Tasikmalaya, 28/2 (ANTARA) - Ulama dari kalangan Nahdalatul Ulama (NU) se-Kota Tasikmalaya mengkritisi kinerja wali kota, Syarif Hidayat dalam forum pertemuan antar ulama di pondok pesantren, Pasir Bokor, Kelurahan Cipawitan, kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri sekitar seratus ulama perwakilan setiap 10 Kecamatan yang tersebar di Kota Tasikmalaya serta perwakilan dari majelis ulama Indonesia (MUI) kota setempat.

Pertemuan mereka yang terbentuk dalam forum silaturahmi masyarakat NU se-Kota Tasikmalaya itu membahas kinerja dua tahun wali kota Syarif Hidayat yang dinilai sudah keluar dari visi dan misinya ketika kampanye Pilkada tahun 2007.

"Pertemuan ini sebagai aspirasi masyarakat yang banyak mengeluh tentang kinerja wali kota yang kurang baik," kata ketua forum silaturahmi masyarakat NU juga pimpinan pondok pesantren Pasir Bokor, KH Anas Muhajir.

Anas menambahkan banyak ulama NU di Kota Tasikmalaya yang mengeluhkan program-program pemerintah daerah yang dipimpin Syarif Hidayat tidak memihak pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap aspirasi dari pertemuan para ulama tersebut dapat disikapi positif oleh Wali kota agar mampu meningkatkan kinerja dan melakukan tugasnya sebagai orang nomor satu di Kota Tasikmalaya dengan baik serta berpihak pada semua golongan masyarakat.

"Ini merupakan perwakilan masyarakat melalui ulama untuk mengingatkan wali kota agar melakukan tugasnya sesuai yang diharapkan masyarakat," katanya yang sementara tidak menjelaskan secara lengkap kepada wartawan terhadap perkara yang telah dilakukan wali kota.

Namun, ia sebagai perwakilan para ulama NU merasakan prihatin terhadap tindakan Wali kota ketika di demo masyarakat terhadap kinerjanya yang justru melakukan perlawanan dengan mengerahkan massa untuk demo mendukung Wali kota Syarif Hidayat.

Selain itu, kata dia, Syarif telah menyatakan di surat kabar daerah di kota Tasikmalaya bahwa para ulama dan organisasi masyarakat Islam telah mendukung kinerjanya selama menjabat dua tahun.

"Di surat kabat tertulis ulama NU telah menudukung kinerja wali kota, padahal ulama NU yang mana dulu, karena yang hadir pada saat itu bukan yang memiliki kebijakan untuk memutuskan dukungan dari keorganisasian NU," katanya.

Untuk itu, ia berharap perwakilan dari para ulama, Wali kota sebagai pemilik kebijakan dalam menjalankan pemerintahan kota Tasikmalaya dapat dilakukan sesuai dengan visi misinya.

"Kita tidak ada niat untuk menjatuhkan Wali kota, tetapi berharap Wali kota ini bekerja secara profesional," katanya.

Feri Purnama

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2010