Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja memastikan penyerapan anggaran di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melonjak mulai awal November hingga akhir tahun ini.

"Saya optimis persentasenya akan meningkat tajam di November besok seiring mulai digelarnya ribuan kegiatan fisik di kami," kata Eka di Cikarang, Sabtu.

Dia mengatakan sektor pembangunan infrastruktur menjadi fokus pemerintah daerah menjelang akhir tahun ini setelah sempat tertunda di awal tahun.

"Saya rasa minimnya penyerapan APBD Murni 2020 tidak hanya terjadi di Kabupaten Bekasi saja melainkan di daerah lain," katanya.

Minimnya penyerapan anggaran itu, kata dia, disebabkan kebijakan pengalihan anggaran untuk penanganan pandemi COVID-19 seperti yang diinstruksikan pemerintah pusat.

"Di Kabupaten Bekasi Rp2,1 triliun lebih anggaran yang terkena refocusing, namun hanya terpakai sekitar Rp150 miliar untuk penanganan COVID-19 seperti laporan yang masuk ke saya dari seluruh dinas yang menangani pandemi. Ini yang menjadi salah satu penyebab lambatnya penyerapan anggaran," ungkapnya.

Pemerintah daerah kemudian mengalokasikan anggaran sisa penanganan COVID-19 di anggaran perubahan tahun ini untuk ribuan kegiatan pembangunan fisik meski tetap melanjutkan penganggaran penanganan COVID-19 sesuai kebutuhan daerah.

"Kita alokasikan lagi di APBD Perubahan ke pos-pos sebelumnya untuk memaksimalkan penyerapan anggaran. Pembangunan ribuan jalan baik lingkungan dan perumahan, jembatan, serta fasilitas publik jadi prioritas kami," katanya.

Eka mengaku berjalannya sejumlah kegiatan fisik akan mampu meningkatkan penyerapan anggaran sehingga di awal tahun mendatang pembangunan yang dilakukan dapat segera dinikmati hasilnya oleh masyarakat.

"Hingga penghujung tahun ini akan banyak pembayaran kegiatan fisik yang dilakukan pemerintah daerah. Saya berharap di sisa waktu yang tidak banyak ini pembangunan dapat dikerjakan secara maksimal, tepat waktu, sasaran, dan optimalisasi penyerapan anggaran dapat terealisasi dengan baik," katanya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bekasi Slamet Supriyadi mengaku penyerapan anggaran hingga saat ini belum mencapai 50 persen dari total APBD 2020 sebesar Rp6,3 triliun berdasarkan hasil rekapitulasi akhir Oktober tahun ini.

"Untuk serapan anggaran memang masih rendah karena yang paling banyak ada di bidang fisik. Tahun ini waktu penggunaan anggaran lebih cepat karena kan ada cuti bersama. Jadi waktu kerja ke depan hanya tinggal sekitar enam mingguan. Oleh sebab itu akan kami maksimalkan. Salah satunya berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak bank dan dinas terkait," kata dia.

Baca juga: Anggaran COVID-19 pada APBDP Kota Bogor 2020 Rp57 miliar

Baca juga: Serapan APBD Jabar 2020 baru capai 61,12 persen

Baca juga: Pemkab Bekasi tambah anggaran perbaiki 250 unit Rutilahu lewat Bebenah

 

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020