Petugas gabungan dari unsur Polres Sukabumi Kota, Pemerintah Kota Sukabumi dan Kodim 0607 Sukabumi menggelar Operasi Yustisi dengan cara berpatroli dalam upaya menekan angka penyebaran COVID-19.

"Operasi Yustisi dengan cara berpatroli ini kami fokuskan di perbatasan dan pusat keramaian di Kota Sukabumi, Jawa Barat," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di Sukabumi, Kamis.

Pantauan di lokasi Operasi Yustisi unsur Forkopimda Kota Sukabumi mengendarai sepeda motor, menyusuri beberapa ruas jalan protokol dan jalan nasional untuk menjaring pejalan kaki maupun pengendara yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Selain menjaring pelanggar, petugas gabungan ini memberikan imbauan kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Di beberapa ruas jalan yang dilalui, petugas kerap berhenti untuk memberikan edukasi serta membagikan masker kepada masyarakat yang lalai dan tidak menerapkan protokol kesehatan saat di luar rumah.

Menurut orang nomor satu di Kota Sukabumi tersebut kegiatan Operasi Yustisi dilakukan secara rutin oleh petugas gabungan TNI, Polri dan Pemkot Sukabumi dengan menempatkan sejumlah personel di beberapa titik perbatasan dan area wisata.

“Di tempat wisata sudah kita tempatkan petugas yang juga mengajak masyarakat maupun wisatawan tetap menerapkan protokol kesehatan," tambahnya.

Fahmi juga menerangkan bahwa petugas gabungan Operasi Yustisi akan melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan akan terus dilakukan mulai dari perbatasan kota Sukabumi dan area wisata.

“Untuk check pointnya ada di perbatasan, ada 4 lokasi perbatasan, selebihnya kita tempatkan di lokasi-lokasi wisata,” terang Fahmi.

Fahmi mengatakan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan harus terus ditingkatkan demi melindungi dirinya sendiri, keluarga maupun orang lain agar bisa tercegah dari penularan COVID-19,

Maka dari itu, ia berharap seluruh aparatur tidak lelah untuk terus melakukan edukasi, kemudian masyarakat juga semoga sadar pentingnya menerapkan protokol keseahatan, jangan sampai menyesal setelah tertular.

"Hingga saat ini Kota Sukabumi masih berada di zona orange COVID-19 tentunya edukasi pencegahan harus terus dilakukan. Kemudian tracking, tracking dan treatment kami lakukan terus menerus untuk mengungkap kasus baru, sebab ketika kita bisa cepat menemukan kasus baru, advokasi atau pelaksanaan treatmentnya akan lebih baik,” katanya.

Baca juga: 39 pasien COVID-19 Kabupaten Sukabumi meninggal

Baca juga: PLN pastikan seluruh wilayah di Kota dan Kabupaten Sukabumi teraliri listrik
 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020