PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menilai pengaturan jam kerja merupakan solusi yang paling memungkinkan saat ini untuk mengurai kepadatan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL).

“Pengaturan jam kerja dengan sistem shift ini menjadi solusi paling memungkinkan saat ini untuk mengurai kepadatan di tengah jumlah pengguna yang bertambah 9-10 persen setiap pekannya sejak PSBB transisi,” kata Komunikasi Perusahaan KCI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

PT KCI mengharapkan kerja sama dari berbagai pihak untuk menerapkan pengaturan kerja karyawan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2020 tentang pengaturan jam kerja sehingga mobilitas pengguna KRL dapat tersebar.

Permintaan itu dikarenakan semakin banyaknya jumlah penumpang KRL di masa pandemi yang sudah mendekati jumlah harian saat masa normal.

Situasi Senin (6/7) pagi ini di sejumlah stasiun terpantau antrean pengguna semakin panjang, seperti pantauan di Stasiun Bogor, para calon pengguna KRL sudah mulai mengantre sejak pukul 05.30 WIB hingga halaman parkir stasiun.

Begitu pula pantauan di Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Bekasi, dan Rangkasbitung. Hingga pukul 10.00 WIB tercatat ada 166.044 pengguna KRL, meningkat tujuh persen dibanding Senin (29/6) lalu pada kurun waktu yang sama.

Di Stasiun Bogor, setiap pemberangkatan bus bantuan dari pemerintah senantiasa ramai digunakan para pengguna KRL. Bus yang mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB melayani trayek Stasiun Bogor menuju Tebet, Manggarai, Tanah Abang, dan Juanda.

“PT KCI secara berkala terus menginformasikan kondisi antrean di sejumlah stasiun melalui aplikasi KRL Access dan twitter @commuterline. Update informasi berkala ini sudah dilakukan sejak 29 Juni 2020 lalu. Bahkan update informasi kondisi antrean ini kini menjangkau hingga Stasiun Cilebut sampai Stasiun Depok sehingga para calon pengguna KRL dapat menyesuaikan waktu keberangkatannya,” ujar Anne.

Namun, lanjut dia, hingga hari ini masih terdapat pengguna yang tidak menghormati pengguna lain yang telah antre sejak awal. Di Stasiun Bogor saja, dia menyebutkan setidaknya ada 500 pengguna yang naik kereta berlawan arah demi menghindari antrean.

“Perilaku seperti ini selain tidak menghormati sesama pengguna KRL yang telah tertib ikut antrean,” katanya.

Untuk meningkatkan kapasitas angkut, PT KCI mulai Senin (6/7) ini menjalankan 10 perjalanan KRL lintas Tangerang dengan lima stamformasi 12 dan satu stamformasi delapan kereta, sehingga total perjalanan KRL di lintas Tangerang saat ini sebanyak 98 perjalanan per hari dengan jam keberangkatan awal dari Stasiun Tangerang menuju Stasiun Duri pukul 04.30 WIB dan keberangkatan akhir dari Stasiun Duri menuju Stasiun Tangerang pukul 21.10 WIB.

Penambahan ini sesuai dengan tren pergerakan pengguna yang semakin ramai, terbukti pada pagi ini jumlah pengguna KRL di stasiun Tangerang mencapai 4.798 pengguna atau meningkat 53 persen dibanding Senin lalu.

Dengan penambahan mulai hari ini, total perjalanan KRL saat ini mencapai 947 perjalanan per hari.

"Commuter Line tetap melayani sejak awal masa pandemi COVID-19 adalah untuk mendukung para pekerja di sektor-sektor layanan yang vital bagi perekonomian dan masyarakat yang memiliki kebutuhan mobilitas untuk hal mendesak," kata Anne.


Baca juga: Wali Kota Bogor: Antrean panjang calon penumpang KRL harus dicari solusinya

Baca juga: Antrean penumpang KRL di Stasiun Bogor makin ramai

Baca juga: Stasiun Bogor dan Cilebut jadi stasiun khusus KMT mulai 13 Juli 2020

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020