Pemerintah Kota Bogor merencanakan pembangunan spot wisata kuliner yang bersih dan sehat di kawasan Lapangan Sempur Kota Bogor dengan menata lebih dari seratus pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, di Kota Bogor, Sabtu mengatakan, pembangunan spot wisata kuliner ini akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga dari swasta melalui dana corporate social responsibility (CSR).

"Kami sedang mematangkan konsepnya, karena program ini adalah kerja sama dengan pihak ketiga," katanya.

Bima Arya yang telah meninjau lokasi rencana pembangunan spot wisata kuliner, mengatakan, Pemerintah Kota Bogor melalui dinas terkait sedang mendesain berapa jumlah padagang yang dapat tertampung dalam luas lahan yang tersedia.

"Kami masih menghitung jumlah pedagang yang terdaftar, berapa banyak pedagang yang bisa tertampung, dan seperti apa konsepnya," katanya.

Menurut Bima, semua PKL yang terdaftar harus bisa ditampung, tapi jangan ada tambahan PKL baru dan belum terdaftar. "Mumpung belum mulai beroperasi, kita tata dan desain dulu lokasinya," katanya.

Baca juga: Usulan insentif tenaga kesehatan Kota Bogor masih dalam proses

Penataan dan pematangan konsep, menurut Bima, yakni fasilitas apa saja yang tersedia, termasuk halaman parkir dan tolilet. "Pada pematangan kosep itu juga dihitung berapa anggarannya dan bagaimana operasionalnya nanti," katanya.

Sementara itu, Lurah Sempur, Marissa, menuturkan, rencana pembangunan pusat kuliner di kawasan Lapangan Sempur ini adalah kerja sama bekerja sama antara Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi dan UMKM dengan dengan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).

Menurut Marissa, jumlah PKL di kawasan Lapangan sempur semula ada 20 pedagang, dan kini sudah bertambah menjadi 120 pedagang, baik dari Kota Bogor maupun dari luar Kota Bogor.

Baca juga: Dinkes: Kasus positif COVID-19 di Kota Bogor stagnan


 

Pewarta: Riza Harahap

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020