Wali Kota Depok Mohammad Idris, ketika menyinggung paket bansos dari Provinsi Jawa Barat yang diberitakan banyak membusuk, mengatakan yang bertanggung jawab dalam hal pendistribusiannya adalah Kantor Pos Depok.

"Dengan demikian Kantor Pos yang bertanggungjawab terhadap pendistribusian Bansos Provinsi Jawa Barat hingga ke penerima manfaat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan," kata Mohammad Idris dalam keterangannya, Senin.

Menurut Idris yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, apabila ditemukan kendala dengan data penerima, maka Kantor Pos dapat juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Depok, Jawa Barat.

Sebelumnya sebanyak 300 kilogram telur ayam bantuan sosial (bansos) dari Jawa Barat yang membusuk di gudang Balai Rakyat, Sukmajaya, Kota Depok Jawa Barat.

Kepala Kantor Pos Depok Diki Hendrawansah menjelaskan telur ayam itu terpaksa dimusnahkan karena khawatir menimbulkan penyakit bagi masyarakat. Pemusnahan telur busuk tersebut dilakukan dengan cara dikubur.

Dikatakannya pihaknya sudah mengikuti data yang ada, namun karena banyak alamat penerima bantuan diduga tidak akurat, sehingga banyak paket sembako yang tidak tersalurkan.

Selain telur busuk, ada juga sekitar 4.200 paket sembako yang juga belum tersalurkan dan khawatir tidak lagi layak konsumsi. Paket bansos yang masih tersisa akan diserahkan kembali ke provinsi Jabar.

Baca juga: Dinsos Kota Depok salurkan bansos dari Kemensos

Baca juga: Pemkot Depok investigasi indikasi pemotongan bansos terdampak COVID-19


 

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020