Sebanyak 23 warga sekampung di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengeluhkan sakit yang sama seperti demam, kaki bengkak dan tidak bisa berjalan yang diduga terjangkit wabah chikungunya atau penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk.

"Yang diketahui sementara dan tercatat saat ini ada 23 orang, belum lagi yang tidak tercatat," kata tokoh pemuda Kampung Astanagirang, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul Ayi Firmansyah usai meninjau kondisi warga yang terjangkit wabah tersebut, Rabu.

Ayi menyampaikan, petugas kesehatan dari Puskesmas Pembangunan sudah mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan dan memeriksa setiap kondisi kesehatan warga yang mengeluhkan sakit.

Selama ini, kata dia, wabah tersebut masih dalam kajian petugas kesehatan, namun dugaan sementara terindikasi dampak wabah chikungunya yang penularannya melalui gigitan nyamuk pembawa virus chikungunya.

Baca juga: Banyak warga Garut abai gunakan masker hari pertama normal baru

"Jika memang penyebabnya dari nyamuk, kami harap pemerintah bisa melakukan fogging agar nyamuknya mati, selain kami melakukan gerakan bersih-bersih lingkungan," katanya.

Kader Posyandu RW 3 Kampung Astanagirang, Widaningsih menyatakan, warga yang terjangkit wabah itu mengeluhkan gatal-gatal sekitar kaki, tangan, pusing dan demam, bahkan ada yang sampai tidak bisa berjalan karena kedua kakinya sakit.

Tercatat warga yang mengeluhkan sakit serupa itu, kata dia, ada di 15 kepala keluarga atau rumah yang saat ini sudah mendapatkan perhatian penanganan kesehatan dari petugas puskesmas.

"Ada 15 KK yang sakit dengan gejala hampir sama, kakinya ada yang sampai bengkak," katanya.

Baca juga: Aturan normal baru mulai diberlakukan di Kabupaten Garut

Wida menyampaikan, wabah yang menjangkit warga satu kampung itu sudah dilaporkan juga ke Dinas Kesehatan Garut untuk mendapatkan perhatian agar wabah tidak terus meluas.

"Kami minta segera fogging secepatnya, sudah banyak warga yang sakit dan perlu penanganan biar tidak semakin menyebar," katanya. 

Baca juga: Petugas gabungan sosialisasikan aturan normal baru di pasar tradisional Garut

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020