Telkomsel hingga saat ini telah hadir melayani lebih dari 170 juta pelanggan dengan infrastruktur jaringan lebih dari 209.000 menara pemancar sinyal (BTS), serta menjangkau lebih dari 95 persen wilayah populasi Indonesia, hingga ke wilayah terdalam, pulau terdepan, dan wilayah perbatasan negara.

"Sejak berdiri Telkomsel konsisten menjadi yang pertama dalam mengimplementasikan teknologi telekomunikasi terdepan," kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro dalam siaran pers diterima di Tarakan, Kamis.

Mulai dari menjadi pelopor dalam penerapan teknologi GSM berbasis 2G sebagai dasar awal pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia, kata dia, hingga pemanfaatan teknologi mobile broadband.

Dari 3G dan 4G LTE sebagai pengembangan lebih lanjut akses telekomunikasi pendukung gaya hidup digital, kata dia, hingga uji coba teknologi 5G pertama di Indonesia yang nantinya akan diterapkan sebagai modal utama dalam membangun Indonesia menjadi bangsa digital secara lebih meluas hingga sektor industri.

Setyanto mengatakan selama 25 tahun ini berbagai tantangan telah dihadapi untuk membuka peluang baru yang berpengaruh pada perkembangan hidup bangsa.

"Perubahan ini mendorong Telkomsel untuk terus bergerak maju tak hanya dalam mengembangkan kemampuan sebagai penyedia konektivitas," katanya.

Baca juga: DJP apresiasi Telkomsel sebagai penyumbang pajak terbesar 2019

Namun, lanjut dia, juga penyedia layanan yang dapat menguatkan sosial budaya masyarakat dalam beradaptasi dan mengadopsi the new way of doing things sehingga menjadi tatanan normal baru di setiap fase kehidupan bangsa Indonesia.

Berbekal infrastruktur jaringan terdepan tersebut, Telkomsel terus melangkah dengan mengembangkan berbagai layanan digital untuk mengakselerasi ekosistem digital yang dapat memberdayakan masyarakat. Keseriusan tersebut tercermin dari performa layanan digital yang meningkat tajam sebesar 31,2 persen (YoY).

"Ditambah semakin beragamnya pilihan produk dan layanan berbasis broadband yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, yang akan menunjang aktivitas digital masyarakat dalam keseharian," kata Setyanto.

Baca juga: Traffic data internet naik 20 persen selama Ramadhan

 

Pewarta: Susylo Asmalyah

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020