Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendukung kampanye Satu dalam Kopi yang digagas Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Tokopedia untuk menggeliatkan industri kopi nasional di tengah pandemi COVID-19.

“Kita tidak boleh kalah dalam hal kesehatan untuk menghadapi pandemi COVID-19. Di sisi lain, kita harus memastikan bahwa perekonomian bisa tetap berjalan, salah satunya melalui kopi,” kata Menperin saat diskusi daring melalui siaran langsung di Jakarta, Kamis.

Menperin menyambut baik sinergi dan upaya tersebut untuk menjaga keberlangsungan industri kopi dan perekonomian nasional, yakni dengan kampanye Satu dalam Kopi yang telah diikuti 800 pegiat kopi di Indonesia.

Kampanye tersebut merupakan upaya untuk menggandeng pelaku usaha kopi olahan di Indonesia untuk berjualan secara online melalui Tokopedia, sehingga penjualan kopi tetap dapat berjalan sebagaimana biasanya di tengah penyebaran virus Corona, yang mengharuskan masyarakat untuk tetap berada di rumah.

Baca juga: Dubes ajak Gubernur Jabar promosikan kopi di Swedia

Agus memaparkan, Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Pada 2019, produksi biji kopi Indonesia mencapai 729,1 ribu ton, dengan nilai ekspor produk kopi olahan sebesar 610,89 juta dolar AS.

Industri kecil dan menengah (IKM) kopi tercatat sebanyak 1.204 unit usaha yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut dia, Industri olahan kopi dewasa ini juga menjadi pemasok bagi munculnya kedai kopi di Indonesia.

Politisi Partai Golongan Karya ini mengatakan, perkembangan industri kopi olahan di dalam negeri masih sangat menjanjikan, mengingat konsumsi kopi per kapita masyarakat Indonesia yang relatif masih rendah yaitu sekitar 1,4 kg.

Baca juga: 70 barista Indonesia perebutkan tiket ke kejuaraan barista dunia

“Untuk itu kami terus memacu hilirisasi industri kopi lokal yang mengolah biji kopi di dalam negeri, sehingga meningkatkan nilai tambah produk kopi dan menciptakan IKM yang berdaya saing,” ujar Menperin.

Anjuran untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 terus disosialisasikan oleh pemerintah melalui lebih banyak beraktivitas di rumah, bekerja, belajar, serta beribadah dari rumah, jaga jarak fisik, sampai pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah.

Fenomena ini juga memberikan dampak bagi IKM, termasuk IKM Kopi yang merasakan dampak penurunan penjualan sebanyak 50-90 persen dikarenakan pembatasan ruang gerak manusia sehingga cafe, restoran, gerai kopi tutup/sepi, serta diterapkannya karantina wilayah pada negara-negara tujuan ekspor.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jabar: Kopi tatar Sunda harus mendunia

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020