Sebanyak 18 warga Kabupaten Garut yang menjadi peserta Musyawarah Daerah (Musda) XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat di Kabupaten Karawang berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, dinyatakan negatif  COVID-19.

"Adapun untuk hasilnya ke 18 orang tersebut dinyatakan negatif dan dapat dikategorikan aman," kata Juru Bicara Tim Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizky Darajat kepada wartawan di Garut, Jumat.

Ia menuturkan, pemeriksaan terhadap anggota HIPMI Garut itu berdasarkan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat dan Bupati Garut untuk menjalani Rapid Diagnosis Test (RDT) secara masif.

Alasan pemeriksaan itu, kata dia, karena termasuk kelompok kontak risiko tinggi penularan wabah virus corona dalam kegiatan Musda XVI HIPMI Jawa Barat di Karawang beberapa waktu yang lalu.

"Maka pada hari ini telah dilaksanakan pemeriksaan RDT di Laboratorium Kesehatan Daerah," katanya.

Ketua Umum BPC HIPMI Garut, Arafat El Jihad menyatakan, hasil tes seluruh anggotanya yang ikut dalam Musda HIPMI Jabar itu negatif corona.

Arafat menyampaikan, 18 orang sebelumnya sudah melaksanakan karantina mandiri setelah menghadiri Musda HIPMI Jabar di Karawang, Senin 9 Maret 2020 lalu.

"Semoga hasil tes ini menjadi informasi bagi masyarakat yang selama ini gusar dengan keberadaan informasi paparan COVID-19," katanya.

Sebelumnya, dalam kegiatan Musda HIPMI Jabar itu dilaporkan ada kepala daerah yang terpapar positif terjangkit virus corona, untuk itu Pemerintah Provinsi Jabar melakukan tes kesehatan bagi orang yang hadir dalam acara itu.

Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Garut tercatat ada 439 kasus terdiri dari 15 orang status pasien dalam pemantauan (PDP), dan 424 orang berstatus orang dalam pengawasan (ODP).

Sedangkan orang berstatus PDP sebagian sudah ada yang pulang, termasuk kasus ODP sebagian sudah dinyatakan dalam kondisi sehat.
 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020