Warga Jalan Abadi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Medan, Sumatera Utara, dihebohkan dengan penemuan mayat bersimbah darah dalam kondisi tangan terikat, serta mulut dibekap.

Tidak hanya itu, betapa terkejutnya warga saat membaca isi pesan di dalam telepon seluler (Ponsel) milik korban yang diketahui bernama Heriawati Br Siagian (55).

"Isi pesannya 'Sudah puas aku, nanti BPKB dan STNK ku antar ke kuburan mu'. Gitu kira-kira isi pesannya," kata Toni Nainggolan saat ditemui ANTARA di lokasi, Minggu.

Ia mengaku, di rumah korban yang diketahui memiliki usaha koperasi simpan pinjam, sering terlihat banyak sepeda motor ataupun mobil, yang diduga merupakan milik konsumennya.

"Ya mungkin punya orang-orang itulah (konsumen), kan usahanya kayak gitu," ujarnya.

Masih dilokasi, Kanit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengatakan, saat ini pihak Polsek Sunggal masih mendalami kasus tersebut.

"Masih kita lidik apa penyebabnya. Dugaan pelaku adalah orang yang dikenal korban," ungkapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban diketahui sudah tiga hari tidak keluar dari dalam rumahnya.

"Saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi," jelasnya.

Janazah korban pertama kali ditemukan di dalam rumah kontrakannya pada Minggu (28/7) sekitar pukul 10.30 WIB. Korban ditemukan oleh Sudar, selaku Kepala Lingkungan (Kepling) 20, Tanjung Rejo, Medan Sunggal.

Baca juga: Gara-gara suara musik, seorang pria tewas dibunuh tetangganya

Baca juga: Ditemukan jasad wanita di parit, diduga dibunuh

 

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019