Arah kiblat sejumlah masjid di Kota Cirebon, Jawa Barat, melenceng dari 7-10 derajat, hal itu berdasarkan kalibrasi arah kiblat yang dilakukan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

"Kita lakukan kalibrasi di 24 masjid dan sebagian besar arah kiblatnya melenceng," kata Kasi Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Cirebon Rokhiyatun di Cirebon, Senin.

Rokhiyatun mengatakan ketidaksesuaian arah kiblat itu tidak terlalu jauh, namun dari hasil kalibrasi rata-rata melencengnya arah kiblat itu 7 sampai 10 derajat.

Akan tetapi ada juga masjid yang arah kiblatnya sudah tepat sesuai dengan yang seharusnya.

"Pada dasarnya arah kiblat masjid cukup dikalibrasi satu kali, yakni saat dibangun," tuturnya.

Dia melanjutkan untuk kalibrasi juga bisa dilakukan lagi terutama saat terjadi fenomena alam tertentu yang menyebabkan pergeseran posisi lempeng bumi, misalnya gempa bumi dan tsunami.

Untuk itu, pihaknya membagikan alat kalibrasi arah kiblat ke DKM yang masjidnya telah dikalibrasi, agar mereka bisa mengalibrasi masjid dan musala di sekitarnya sehingga arah kiblatnya sesuai.

"Kalau ada fenomena alam itu, kami akan umumkan untuk kalibrasi ulang," katanya.

Baca juga: Fenomena matahari di atas Kabah tidak akan ubah arah kiblat Masjid Istiqlal

Baca juga: Google Search punya fitur arah kiblat dan jadwal shalat
 

Pewarta: Khaerul Izan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019