Kepala Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah mengatakan tidak ada perubahan arah kiblat di Masjid Istiqlal menyusul fenomena matahari di atas Kabah pada 15 Juli 2019.

"Kami di Masjid Istiqlal tidak ada rencana untuk mengubah arah kiblat," katanya di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan keputusan untuk tidak mengubah arah kiblat didasarkan pada Surah Al Baqarah Ayat 144 yang menurut terjemahan dituliskan sebagai berikut.

"Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."

Di dalam ayat tersebut, menurut dia, tidak adadijelaskan secara rinci bahwa umat Islam diharuskan untuk benar-benar menghadap secara akurat ke titik tertentu dari arah kiblat saat menjalankan ibadah shalat.

"Meskipun titiknya tidak persis, yang terpenting menghadap ke arah kiblat," katanya.

Pendapatnya juga didasarkan pada pendapat Imam Besar Masjid Istiqlal almarhum KH. Ali Mustafa Yakub yang berpendapat bahwa menghadap kiblat tidak harus ke titik pas Kabah.

Ia mengatakan arah kiblat Masjid Istiqlal sudah sesuai dengan arah Kabah.

Adapun kemungkinan adanya pergeseran menyusul fenomena matahari di atas Kabah tidak mengubah arah kiblat di Masjid Istiqlal.

Terkait dengan fenomena tersebut, pengurus Masjid At Taqwa SMP Negeri 3 Jakarta, Usman mengatakan baru mengetahui informasi tersebut.

Saat ini, mereka akan tetap menghadap ke arah kiblat yang ada di masjid tersebut.

"Sementara ini kita arah shalatnya tetap ke arah kiblat di masjid. Mudah-mudahan tidak ada masalah," katanya saat ditemui di Masjid sekolah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Instagram resminya menyebutkan bahwa matahari akan tepat berada di atas Kabah pada 15-16 Juli 2019.

Dalam pengumuman tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk memeriksa ulang arah kiblat di masing-masing daerah.

Mereka juga menjelaskan cara untuk menentukan arah kiblat dengan menandai arah bayangan yang dihasilkan oleh batang tepat pada pukul 16.26 WIB.

Baca juga: Google Search punya fitur arah kiblat dan jadwal shalat


 

Pewarta: Katriana

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019