Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, telah memasang instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant) untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di daerah rawan kekeringan Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu.

"Instalasi ini sudah dipasang dua minggu lalu untuk memenuhi kebutuhan air warga," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar di Tasikmalaya, Kamis.

Ia menambahkan, BPBD Kota Tasikmalaya telah melakukan upaya mengantisipasi ancaman kekeringan melanda masyarakat pada musim kemarau dengan mendistribusikan air bersih dan memasang instalasi pengolahan air.

Daerah rawan kekeringan yang menjadi perhatian pemerintah, lanjut dia Kelurahan Singkup yang setiap kemarau selalu dilanda kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

Kesulitan warga itu, tambahnya pada empat tahun lalu mendapatkan perhatian dari suatu lembaga yang membuatkan tempat penampungan air dari Sungai Citanduy, namun tidak ada alat penyaringan dan mengalirkannya ke rumah warga.

"Sekarang dibuatkan instalasi pengolahan air untuk menjamin kesehatannya, jadi airnya bisa langsung dikonsumsi," ujarnya.

Tokoh masyarakat Kelurahan Singkup, Cecep mengatakan, penampungan air itu telah membantu masyarakat untuk mendapatkan air saat musim kemarau.

Ia menyebutkan, ada 300 kepala keluarga yang memanfaatkan air bersih dari tempat penampungan dan pengolahan air tersebut di saat sumur warga di rumahnya dalam kondisi kekeringan.

"Air dari sumur warga sudah kering, namun warga terbantu dengan adanya sumber air bersih ini, dan bisa diminum," sebutnya.

Baca juga: Pemkab Tasikmalaya belum manfaatkan 3.300 sumber air untuk atasi kekeringan

Baca juga: BPBD Kota Tasikmalaya distribusikan air untuk warga




 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Feri Purnama


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019