Penerapan digitalisasi pertanian dengan IoT di SMK
- 21 Mei 2025 20:55
Siswa memeriksa alat klimatologi yang terhubung dengan ponsel melalui teknologi Internet of Things (IoT) di Stasiun Klimatologi SMKN Pertanian Pembangunan (PP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/5/2025). Sekolah tersebut mengimplementasikan digitalisasi pertanian dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel untuk mengatur penyiraman tanaman, penerangan, pengawasan melalui kamera nirkabel serta mengatur suhu dan kelembapan sehingga mampu menghemat waktu perawatan serta mengoptimalkan hasil produksi berbagai jenis sayuran yang dalam seminggu mencapai 150 kilogram. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr
Siswa memeriksa alat klimatologi yang terhubung dengan ponsel melalui teknologi Internet of Things (IoT) di Stasiun Klimatologi SMKN Pertanian Pembangunan (PP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/5/2025). Sekolah tersebut mengimplementasikan digitalisasi pertanian dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel untuk mengatur penyiraman tanaman, penerangan, pengawasan melalui kamera nirkabel serta mengatur suhu dan kelembapan sehingga mampu menghemat waktu perawatan serta mengoptimalkan hasil produksi berbagai jenis sayuran yang dalam seminggu mencapai 150 kilogram. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr
Siswa memanen tomat ceri di salah satu greenhouse SMKN Pertanian Pembangunan (PP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/5/2025). Sekolah tersebut mengimplementasikan digitalisasi pertanian dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel untuk mengatur penyiraman tanaman, penerangan, pengawasan melalui kamera nirkabel serta mengatur suhu dan kelembapan sehingga mampu menghemat waktu perawatan serta mengoptimalkan hasil produksi berbagai jenis sayuran yang dalam seminggu mencapai 150 kilogram. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr
Siswa memasang penyaring air pada alat pertanian cerdas (smart farming) di salah satu greenhouse SMKN Pertanian Pembangunan (PP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/5/2025). Sekolah tersebut mengimplementasikan digitalisasi pertanian dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel untuk mengatur penyiraman tanaman, penerangan, pengawasan melalui kamera nirkabel serta mengatur suhu dan kelembapan sehingga mampu menghemat waktu perawatan serta mengoptimalkan hasil produksi berbagai jenis sayuran yang dalam seminggu mencapai 150 kilogram. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr
Siswa mengoperasikan alat penyiram tanaman otomatis melalui ponsel dengan teknologi Internet of Things (IoT) pertanian cerdas (smart farming) di salah satu greenhouse SMKN Pertanian Pembangunan (PP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/5/2025). Sekolah tersebut mengimplementasikan digitalisasi pertanian dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel untuk mengatur penyiraman tanaman, penerangan, pengawasan melalui kamera nirkabel serta mengatur suhu dan kelembapan sehingga mampu menghemat waktu perawatan serta mengoptimalkan hasil produksi berbagai jenis sayuran yang dalam seminggu mencapai 150 kilogram. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr