Sumedang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, Jawa Barat mencatat satu unit rumah rusak berat dan tujuh lainnya terancam tergerus tanah longsor di wilayah Sukajaya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto di Sumedang, Kamis, mengatakan bahwa curah hujan tinggi menjadi pemicu utama terjadinya longsoran di lokasi tersebut.

“Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan longsoran tembok penahan tanah (TPT) yang menimpa satu rumah warga serta mengancam tujuh rumah lainnya di atas lokasi kejadian,” katanya.

Ia menyebut bahwa rumah terdampak milik Yusup (48) yang dihuni empat jiwa, dengan kondisi rusak berat setelah dinding rumah jebol akibat tertimpa material longsoran.

"Material longsor juga masuk ke dalam rumah dan menimbun dua unit sepeda motor yang berada di ruang tamu milik korban," tambahnya.

Selain itu, tujuh rumah lain di atas lokasi longsor dilaporkan mengalami retakan pada tanah dan bangunan, sehingga berpotensi terdampak jika terjadi longsor susulan.

Sementara itu, Komandan Regu Piket BPBD Sumedang Ilham memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor yang terjadi tersebut.

“Tidak ada korban jiwa, namun satu unit rumah mengalami kerusakan parah, serta dua unit sepeda motor tertimbun,” ujarnya.

Petugas BPBD Sumedang bersama Tagana dan aparat desa langsung melakukan asesmen di lokasi untuk memastikan kondisi warga serta memetakan potensi bahaya lanjutan.
 



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Zaenal Abidin

COPYRIGHT © ANTARA 2026