Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memberikan pendampingan menyeluruh sampai mandiri kepada enam orang warga yang menjadi korban Tindak Pindana Perdagangan Orang (TPPO) dan dijemput dari Kabupaten Sikka, Nusa Tengara Timur.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, Selasa, mengatakan sudah bertemu langsung dengan keenam orang korban dan memastikan kondisi fisik dan psikologis mereka masih terganggu sehingga berbagai pendampingan perlu diberikan.

Pihaknya melakukan pendampingan psikologis dan memulihkan mental atau memberikan trauma healing melalui dinas terkait, melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk memberikan pendampingan hukum ketika masih ada proses berjalan.

"Kami sudah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi agar para korban tidak kembali terjerat situasi serupa.  Harapan kami melalui program pemberdayaan ekonomi mereka dapat kembali pulih dan hidup mandiri," katanya.

Kasus TPPO menjadi perhatian serius karena mayoritas korban adalah perempuan, di mana mereka tergiur dengan janji manis gaji besar namun tidak memiliki informasi yang pasti atau lemahnya literasi dan informasi sehingga dengan mudah dijadikan korban.

Berbagai upaya pencegahan dilakukan dengan memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan TPPO hingga tingkat desa, serta meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum penyalur tenaga kerja atau calo.

Pemkab juga akan menggencarkan sosialisasi hingga tingkat desa, dengan fokus memberikan edukasi terkait lowongan kerja ilegal tanpa prosedur resmi menjadi pekerja migran dapat merugikan, serta kampanye kewaspadaan melalui berbagai media.

“Kami berharap para pencari kerja di Cianjur lebih pintar dan jeli serta memiliki informasi resmi dan jelas terkait penempatan kerja di luar daerah atau di luar negeri. Silakan datang ke dinas terkait agar tidak mudah percaya dengan oknum calo atau jasa tenaga kerja ilegal," katanya.

"Kami akan berus berupaya memutus rantai TPPO agar tidak ada lagi korban di kemudian hari. Berbagai pelatihan akan diberikan sehingga mereka memiliki penghasilan dari keahlian yang mereka miliki," katanya menambahkan.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026