"Data ekonomi swasta yang kuat juga menopang dolar, karena data ketenagakerjaan nonpertanian ADP menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan untuk bulan Oktober, menandakan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Data indeks manajer pembelian juga menunjukkan aktivitas bisnis AS tetap kuat," kata Ibrahim.
Selain itu, penutupan pemerintahan AS yang memasuki hari ke-36 turut menambah ketidakpastian pasar global.
Departemen Perhubungan AS bahkan berencana memangkas hingga 10 persen penerbangan di 40 bandara besar karena kekurangan pengendali lalu lintas udara, yang memperburuk kekacauan logistik dan transportasi.
"Sekitar 13.000 pengontrol lalu lintas udara dan 50.000 agen keamanan transportasi telah bekerja tanpa bayaran akibat penutupan tersebut. Puluhan ribu penerbangan tertunda sejak penutupan dimulai, sementara kekurangan staf TSA juga menyebabkan kepadatan di bandara-bandara besar," terangnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah ditutup menguat ke Rp16.701 di tengah sentimen RUU Redenominasi
