Bandung (ANTARA) - PT Astra International Tbk (Astra) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong ekosistem ekonomi berbasis masyarakat dengan mengekspor sebanyak 1 ton biji kopi Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Sejahtera Astra (DSA) Tugu Utara, Kabupaten Bogor dengan mitra dagang asal Aljazair.
Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari pilar kewirausahaan Astra untuk mendorong masyarakat tumbuh dan bertransformasi bersama.
“Melalui Learning Center Agroforestry Coffee, kami berharap kawasan Puncak tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan edukatif yang mendorong pertanian berkelanjutan dan konservasi lingkungan,” kata Boy dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat.
Boy mengatakan inisiatif tersebut untuk menegaskan peran Astra sebagai mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan ekonomi desa, memperluas peluang ekspor komoditas lokal, serta menjaga keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan Panen Raya Kopi di kawasan Tugu Utara, yang menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperluas akses pasar ekspor bagi komoditas kopi lokal.
Ia menjelaskan produk unggulan yang diekspor adalah kopi arabika yang ditanam di kawasan perhutanan sosial, dengan pendekatan kewirausahaan berbasis masyarakat sekaligus mendukung konservasi lingkungan.
Sebelumnya, kopi dari DSA Tugu Utara telah menjajaki pasar ekspor ke Taiwan. Sejak 2022, Astra memberikan pendampingan kepada petani melalui pelatihan pengolahan ceri kopi, penyediaan sarana produksi seperti greenhouse dan mesin pulper, serta dukungan riset dan pemasaran ekspor.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz M.P. mengapresiasi langkah Astra dalam mendorong ekspor kopi berbasis masyarakat dan menjaga keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.
“Kami mengapresiasi Astra atas komitmennya yang konsisten dalam pemberdayaan desa dan pelestarian lingkungan. Inisiasi ekspor kopi ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi juga buah kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem ekonomi desa dan perhutanan sosial,” ujarnya.
