Sedangkan terkait penerapan siaga bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah Cianjur selama enam bulan ke depan, tutur dia, pihaknya menerapkan piket markas bagi seluruh relawan Korps Sukarela (KSR) PMI Cianjur sebagai upaya penanganan cepat ketika terjadi bencana.
Dimana setiap harinya 5 sampai 10 orang relawan disiagakan guna melakukan pemantauan, pendataan, dan pelaporan serta penanganan cepat ketika terjadi bencana di seluruh wilayah Cianjur.
"Selama penerapan siaga bencana, kami juga menambah logistik untuk antisipasi banyaknya permintaan seperti yang terjadi selama satu bulan terakhir mencapai 40 peristiwa bencana alam melanda sejumlah wilayah di Cianjur termasuk puting beliung," katanya.
