​​​​​​​

Reni kemudian diajak ke Bogor lalu disekap selama 2 minggu di satu rumah. Kemudian Reni dibawa ke Jakarta untuk bertemu agen dari China yang mengaku akan mempekerjakan Reni di China.

Beberapa hari kemudian, Reni diajak ke suatu tempat untuk menghadiri prosesi ijab kabul dengan seorang pria China bernama Tu Chao Cai. Reni pun diancam akan kembali disekap kalau tidak mau mengakui bahwa kedua orang yang ada di sampingnya adalah orang tua asli Reni.​​​​​​​

Reni pun dibuatkan paspor di Kantor Imigrasi Bogor. Reni kemudian dibawa ke China menggunakan visa turis dan mendarat di Xiamen International Airport, provinsi Fujian. Ia dibawa oleh Tu Chao Cai ke satu kantor untuk mendapatkan buku nikah Tiongkok.

Selama menikah, Reni diminta berhubungan badan dengan Tu Chao Cai tapi ia menolak dan meminta untuk dipulangkan ke Indonesia sehingga Tu Chao Cai mengancam Reni untuk mengganti semua uang yang sudah ia keluarkan untuk mendatangkan Reni ke China.​​​​​​​

Reni yang tidak dapat berbahasa Mandarin itu pun berkomunikasi sehari-hari menggunakan alat seperti ponsel dengan fitur penerjemah. Reni sering kali dikunci di dalam rumah dan pernah sekali diajak keluar kemudian dipaksa tersenyum setiap kali diperkenalkan sebagai istri oleh Tu Chao Cai.

Pada Kamis (18/9) KJRI Guangzhou sudah mengajukan rencana pemulangan Reni ke Indonesia.

Pihak kepolisian di provinsi Fujian saat ini masih melakukan investigasi lebih lanjut mengenai kasus tersebut.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KJRI Guanzhou pastikan Reni dalam kondisi sehat dan aman



Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026