Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) dalam siaran persnya, Jumat, menuturkan Paramitha Rusady dipilih dengan berbagai pertimbangan di antaranya karena Mitha (sapaan akrab Paramitha Rusady) merupakan orang Jawa Barat.
Selain itu, lanjut dia, sosok Mitha juga cukup mengenal alam Jawa Barat, khususnya Palabuhanratu karena dirinya sering berkunjung ke tempat ini.
"Karena berbagai pertimbanganlah ya, karena dia juga memang orang Jawa Barat, orang Sunda. Kemudian juga artis yang sudah dikenal dan mengenal alam ini. Kami harapkan (Mitha) bisa fasih ya berbicara tentang geopark," kata dia.
Ia mengatakan dengan ditunjuknya Mitha sebagai Duta Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, maka langkah promosi, edukasi, serta sosialisasi tentang keunggulan Ciletuh-Palabuhan Ratu sebagai sebuah geopark atau taman bumi ada di tangannya.
Mitha sendiri mengaku berat mengemban tugas sebagai duta namun, bagi dirinya merupakan suatu kebanggaan telah diberi kepercayaan menjadi seorang Duta Geopark.
"Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas amanah dan apa yang dipercayakan kepada saya untuk mengemban tugas saya untuk menjadi Duta Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu ini.
Langkah saya karena tugas yang harus saya emban ini cukup berat karena saya harus menyuarakan, mengumandangkan, dan menyukseskan bagaimana wisatawan untuk datang kemari (Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu). Ini adalah tanggung jawab kita semua yang akan saya wakilkan, yang akan saya suarakan agar mereka (wisatawan) tertarik dan datang," lanjutnya.
Untuk itu, dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Jawa Barat dan Ciletuh-Palabuhan Ratu agar bisa mengetahui lebih jauh tentang Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.
Menurut Mitha, banyak sekali kekayaan alam, seni dan budaya di Ciletuh dan Palabuhan Ratu yang belum diketahui masyarakat luas.
"Saya merasa terpanggil dan senang sekali untuk bisa menyuarakan tentang Geopark Nasional di Ciletuh-Palabuhan Ratu ini," kata perempuan yang juga Duta Lingkungan Hidup ini.
Mitha juga berharap besar Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu akan menjadi primadona wisata dunia dan ingin Ciletuh-Palabuhan Ratu tidak hanya dikunjungi wisatawan dalam negeri tapi juga wisatawan dari seluruh dunia.
"Besar harapan saya agar pesona wisata Ciletuh-Palabuhan Ratu ini akan menjadi primadona wisata dalam negeri dan juga bagi para wisatawan yang akan datang dari seluruh Nusantara bahkan dari seluruh dunia," katanya.
Acara Malam Pesona Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ini merupakan ajang promosi dan sosialisasi Geoparak Ciletuh-Palabuhanratu.
Sebelumnya Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sedang dalam proses pengajuan untuk menjadi Unesco Global Geopark (UGG) dan rencananya tim asesor atau penilai dari Unesco pun akan datang mengunjungi Ciletuh-Palabuhanratu pada Juni 2017.
Dalam acara Malam Pesona ini ditampilkan berbagai seni dan budaya, tayangan tentang keindahan alam Ciletuh-Palabuhanrtau, serta fashion show batik khas Pakidulan.
Wagub optimistis dengan berbagai kekayaan alam, keanekaragaman hayati, dan seni-budaya yang ada Ciletuh-Palabuhanratu akan bisa mewujudkan cita-cita sebagai Geopark Dunia atau UGG.
Dia juga berkeinginan untuk membangun gedung kesenian di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.
"Makanya kalau lihat begini (pertunjukan seni-budaya di Malam Pesona) agaknya di Palabuhanratu ini, sama Palangpang juga Ujung Genteng bisa dibuatkan gedung kesenian atau amphitheater yang hanya pakai guwungan saja, sehingga betul-betul anak-anak mudanya ini bisa mengekspresikan kreativitas mereka," ujar dia.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara Malam Pesona ini. Acara tersebut bisa menjadi ruang kreatifitas, khususnya generasi muda di Ciletuh dan Palabuhanratu untuk mengolah berbagai potensi yang ada.
"Acara (Malam Pesona) ini menjadi ruang bagi anak-anak muda khususnya yang kreatif agar bisa mengolah seni-budaya yang ada disini menjadi sebuah atraksi yang menarik, karena sekarang kepariwisataan itu bukan hanya alam tapi juga atraksi seni-budaya masyarakat setempat," kata dia.
Pewarta: Ajat SudrajatEditor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.