Antarajabar.com - Gor C'Tra Arena Bandung dipilih sebagai arena pertandingan semifinal Divisi Putih Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Pertalite 2017, yang akan mempertemukan Pelita Jaya melawan W88.news Aspac pada 27-29 April 2017.
          
Dua tim tersebut terpaksa bermain di luar kandang mereka di Jakarta. Pasalnya, seluruh homebase mereka tengah dilakukan renovasi.
          
"Di semifinal ini home away, tapi karena kedua tim mempunyai kendala jadi mereka memilih C'Tra Arena sebagai tuan rumah. Jadi ini lebih untuk operasional," ujar Direktur Utama IBL Hasan Gozali saat jumpa pers di Hotel Santika, Kota Bandung, Rabu.
           
Dalam semifinal kali ini, W88.news Aspac akan bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu pada Kamis (27/4), kemudian giliran Pelita Jaya menjamu lawannya pada Sabtu (29/4), jika kedua tim saling mengalahkan maka akan dilanjutkan di laga penentuan pada Minggu (30/4).
           
Pelita Jaya mendapat hak tuan rumah lebih banyak karena posisi mereka sebagai pimpinan Divisi Putih di babak reguler.
           
Hasan menuturkan, apabila salahsatu tim memenangkan dua laga secara beruntun akan langsung melaju ke babak Final. Di babak akhir, salahsatu tim yang lolos sudah ditunggu Satria Muda Britama yang sebelumnya mengalahkan juara bertahan CLS Knight 2-1.
            
"Jadi dari dua tim yang mendapat dua kemenangan, akan lolos dan ditunggu Satria Muda," kata dia.
            
Ia memprediksi pertandingan semifinal Divisi Putih ini akan berjalan alot seperti dalam babak semifinal Divisi Merah kemarin. Di mana SM harus kalah di babak pertama dan mampu membalikan keadaan hingga lolos ke final.
          
"Final divisi merah seru. Di divisi ini juga berharap kompetitif," katanya.
         
Pada laga pertama Kamis (27/4) esok, Pelita Jaya belum bisa diperkuat center importnya, Kore White karena masih menjalani sisa hukuman tidak boleh tampil, akibat hukuman rejected ketika bertemu Hangtuah Sumsel saat seri kedelapan di C'Tra Arena.
           
Namun, kembali center andalannya Adhi Pratama Putra yang sempat dibekap cedera sedikitnya mengurangi kekhawatiran pelatih PJ Johannis Winar.
           
"Memang kami kehilangan Kore di Game pertama. Pemain-pemain lainnya harus siap menggantikan posisinya," katanya.
           
Sementara itu, Pelatih Aspac AF. Rinaldo mengatakan, meski PJ harus kehilangan Kore di laga pertama, namun ia memandang kekuatan PJ tidak akan berkurang.
          
"PJ tetap tangguh, apalagi bila Adhi Pratama sudah bisa bermain," katanya.
    



Pewarta: Asep F
Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026