Jumlah rudal yang ditembakkan dalam serangan adalah sama dengan "jumlah bom yang digunakan AS saat menyerang fasilitas nuklir kita" menurut Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IGRC), yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, menyebutnya sebagai pesan langsung kepada Washington dan sekutunya.

Sentimen lain terhadap kurs rupiah berasal dari pernyataan dovish pejabat Federal Reserve (The Fed) Michelle Bowman yang mengatakan AS harus mempertimbangkan penurunan suku bunga.

“Menurut dia, inflasi AS sudah pada jalur dan tidak jauh dari target,” kata Lukman.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Selasa pagi di Jakarta menguat sebesar 111 poin atau 0,67 persen menjadi Rp16.381 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.492 per dolar AS.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat seiring harapan perdamaian di Timur Tengah



Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026