Dari Basilika Santo Petrus, jenazah mendiang Paus Fransiskus akan dibawa ke Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia, berbeda dari paus-paus sebelumnya yang dimakamkan di Basilika Santo Petrus.

Takhta Suci mengatakan sekitar 250.000 orang mendatangi Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus selama tiga hari persemayamannya.

Kantor Protokoler Sekretariat Negara Vatikan pada Kamis menyatakan bahwa 130 delegasi negara, termasuk di antaranya 50 kepala negara dan 10 pemimpin monarki, dikonfirmasi hadir dalam pemakaman Paus.

Pemimpin negara yang telah mengonfirmasi kehadiran mereka di upacara pemakaman Paus Fransiskus, di antaranya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, Presiden dan kanselir Jerman Frank Walter Steinmeier dan Olaf Scholz, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Argentina Javier Gerardo Milei, dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.

Sementara pemerintah Indonesia mengutus empat orang yaitu Presiden Ke-7 Joko Widodo, Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri HAM Natalius Pigai, dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.

Sedangkan proses pemilihan Paus baru atau konklaf akan dilaksanakan 15 hari setelah Paus Fransiskus meninggal yaitu pada 6 Mei 2025 di Kapel Sistina, Vatikan dan dipimpin oleh Kolegium Kardinal yang terdiri atas pejabat tinggi Gereja Katolik.

Saat ini terdapat 252 kardinal di seluruh dunia, namun hanya 138 kardinal yang berusia di bawah 80 tahun yang memiliki hak suara dalam Konklaf tersebut.

Selama proses Konklaf berlangsung, para kardinal dikarantina sepenuhnya dari dunia luar. Mereka tinggal di wisma Domus Sanctae Marthae, tidak diperkenankan menggunakan ponsel, mengakses surat kabar, televisi, atau alat komunikasi lain.

Kapel Sistina pun disterilkan dari kemungkinan perangkat penyadap untuk menjaga kerahasiaan penuh proses pemilihan pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang baru.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China enggan ungkap soal kehadiran di pemakaman Paus Fransiskus



Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026