Jakarta (ANTARA) - Berita tentang Indonesia berambisi mengalahkan Amerika Serikat di sektor pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), hingga pembangunan tahap II IKN mewarnai pemberitaan bidang ekonomi selama sepekan terakhir.

Berikut rangkuman berita selengkapnya:

 

Indonesia berambisi kalahkan Amerika Serikat di sektor PLTP pada 2029

Indonesia berambisi mengalahkan Amerika Serikat di sektor pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) untuk menjadi negara dengan kapasitas PLTP terpasang terbesar di dunia pada 2029.

"Target kita di 2029 tentu saja untuk mengalahkan Amerika Serikat. Jangan kalah," ucap Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi dalam acara Konferensi Pers The 11th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta, Senin.

Simak berita selengkapnya di sini.

 

Danantara dan QIA kelola 4 miliar dolar AS untuk pembangunan Indonesia

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Qatar Investment Authority (QIA) akan mengelola dana senilai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang ditujukan untuk pembangunan di Indonesia.

Dana itu akumulasi dari Indonesia dan Qatar yang masing- masing berkontribusi senilai 2 miliar dolar AS, yang akan difokuskan ke peluang investasi di berbagai sektor, diantaranya hilirisasi, kesehatan, energi terbarukan, teknologi, serta sektor-sektor lain yang dipandang relevan oleh pengelola dana.

Simak berita selengkapnya di sini.

 

RI targetkan kerja sama dagang yang adil dengan AS

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan delegasi Indonesia menargetkan kerja sama perdagangan yang adil dan berimbang dengan Amerika Serikat (AS).

Para delegasi telah melakukan berbagai pertemuan strategis dengan sejumlah otoritas utama AS, termasuk United States Trade Representative (USTR) dan Secretary of Commerce, serta dijadwalkan bertemu dengan Secretary of Treasury untuk membahas penyesuaian tarif perdagangan yang berdampak pada produk ekspor Indonesia.

Simak berita selengkapnya di sini.



Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026