Para penari tersebut tampil diiringi oleh paduan suara mahasiswa dari Universitas Padjadjaran Bandung membawakan tarian dan nyanyian dari Sabang hingga Merauke.
"Bungong Jeumpa" dari Aceh menjadi suguhan pertama yang dibawakan oleh penari dalam Harmonisasi Nusantara PON XIX/2016.
Setelah itu, dilanjutkan oleh suguhan tarian dan nyanyian dari Sumatera Utara yakni "Tilo Tilo Dan Opip" kemudian dilanjutkan dengan tari dan nyanyian "Malareang Tabiang" dari Sumatera Barat.
Suguhan keempat yang ditampilkan dari Harmonisasi Nusantara adalah tari dan nyanyian "Cik Cik Periuk" dari Kalimantan Barat, sementara lagu "Cing Cang Keling" menjadi suguhan tari dan nyanyian yang mewakili Jawa Barat dalam Harmonisasi Nusantara.
Sementara itu, tari dan nyanyian "Bolelebo" dari Nusa Tenggara Timur, "Don Dapdape" dari Bali serta "Yambo Rambe Yamko" dari Papua menjadi suguhan terakhir dalam Harmonisasi Nusantara. (*)
Pewarta: Ajat SudrajatUploader : Isyati Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.