Antarajabar.com  - Setelah sebulan digenjot dalam latihan di Gyeongangbukdo Korea Selatan, catatan waktu atlet Pelatda Sepatu Roda PON XIX/2016 Jabar melejit melampaui catatan waktu latihan mereka selama di tanah air.
       
"Berdasarkan laporan dari Perserosi Jabar, catatan waktu atlet Jabar meningkat signifikan. Itu jelas memberikan harapan besar untuk tampil maksimal pada PON XIX/2016 Jabar mendatang," kata Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saepudin saat buka bersama atlet di Hall Wisma Atlet KONI Jabar di Pajajaran Sport Center Kota Bandung, Senin.
       
Menurut Ahmad, peningkatan catatan waktu itu sangat menjanjikan bagi Jawa Barat sehingga bisa tampil maksimal pada ajang itu sekaligus panen emas di rumah sendiri.
       
"Secara teknis mereka mengalami peningkatan performance, sehingga target minimal empat emas diharapkan bisa terlampaui," katanya.
       
Peningkatan performance atlet sepatu roda itu, kata Ahmad Saefudin juga ditunjang oleh kondisi sirkuit sepatu roda yang memenuhi kriteria internasional.
       
Jenis lintasan itu, kata dia juga sama dengan sirkuit sepatu roda PON XIX/2016 Jabar yang rencananya digelar di Saparua Kota Bandung.
       
"Lintasanya akan sama seperti dengan lintasan di Saparua nanti, sehingga diharapkan para atlet sudah terbiasa dengan karakter lintasan seperti itu," katanya.
       
Sementara itu secara umum, seratusan atlet Jabar yang berada di Korea Selatan mengalami peningkatan performance yang signifikan. Tim pemantau dan pelatih terus melakukan koordinasi terkait aktivitas dan perkembangan atlet Jabar itu.
        
"Mereka yang dikirim ke Korea itu atlet potensial emas, mereka tahun ini mendapat hadiah berlebaran di Korea," kata Ahmad Saefudin.
        
Sedangkan atlet yang berlatih di Jawa Barat tetap digenjot maksimal, dan kondisinya terus dipantau. Dalam dua bulan ke depan, kata Ahmad Saefudin merupakan saat-saat conditioning untuk bersiap pada laga sesungguhnya pada ajang PON.
        
"Semuanya terukur dan dipantau. Komunikasi tim pendamping dengan pelatih dan manajer terus ditingkatkan. Sejauh ini komunikasi berjalan baik," katanya.
        
Terkait psywar yang dilancarkan daerah pesaing, menurut Ahmad Saefudin sudah berlangsung, tak hanya sekarang tapi jauh-jauh hari sudah dilayangkan.
        
Namun demikian ia menegaskan atlet Jabar sudah disiapkan untuk bisa mengatasi psywar dari bakal lawan-lawannya dengan meningkatkan kemampuan teknik maupun non teknik.
        
"Psywar sudah pasti, kita jadi tuan rumahnya. Namun atlet Jabar sudah disiapkan dengan kondisi ini," katanya.
         
Sementara itu Ketua Satlak Jabar Kahiji Yunyun Yudiana menyebutkan, psywar dari para pesaing jelas ada, baik kadarnya keras maupun lunak.
         
"Wajar ada psywar, dimanapun selalu ada apalagi ini kompetisi yang membutuhkan kesiapan teknik dan mental. Namun sebagai tuan rumah kita tidak melakukan psywar, bukan pada posisinya kita melakukan itu. Namun yang jelas kami sudah menyiapkan semuanya melalui peningkatan mental bertanding atlet," kata Yunyun.
        
Ia menyebutkan Jabar saat ini tengah bersiap untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk mengkonversi peluang menjadi medali emas. Dengan kekuatan atlet terbesar, dan lejitan pada PON XVIII/2012 di Riau menjadi salah satu acuan untuk bisa meraih "Jabar Kahiji" atau gelar juara umum PON XIX/2016.

    

    



    



Pewarta: Syarif
: Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026