Antarajabar.com - Tensi persiapan Jawa Barat menuju jalur juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, semakin tinggi. Ini terlihat dari latihan sejumlah cabang olahraga (cabor), yang meningkatkan intensitas latihan.

"Kita (Jawa Barat) masih on the track menjadi juara umum PON. Program terus berjalan, dan sekarang intensitas latihan sedang tinggi-tingginya," kata Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin setelah melakukan kunjungan langsung ke tempat sentralisasi cabor dayung, di Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Menurut Ahmad, cabang olahraga  dayung salah satu pilar kuat untuk menyokong Jabar Kahiji PON XIX. Dari dayung ada 38 nomor pertandingan yang dilombakan. Dari situ, Jabar mematok target 25 persen dari jumlah medali yang diperebutkan.

Menurut dia peluang dayung untuk menuntaskan target itu sangat terbuka lebar. Ini terlihat dari atlet Jabar yang mendominasi kelas Pelatihan nasional (Pelatnas).

"Dari laporan pelatih dayung. Peluang kita sangat terbuka," katanya.

Bahkan dari uji tanding di suatu kompetisi level internasional, dayung terus menorehkan hasil memuaskan. Terakhir, meloloskan cabor dayung ke Olympiade Rio de Janiro, Brasil.

"Dari Jabar ada yang mengantarkan Indonesia menjadi juara dunia saat menjalankan program try out," katnaya.

Bukan hanya dayung, cabang  debutan, hokey, juga terus menjaga asa optimistis menyapu bersih medali yang diperebutkan di pesta olahraga empat tahunan yang bakal digelar bulan September tahun ini. Pekan kemarin, kata Ahmad, tim Hokey Jabar mengalahkan timnas Malaysia B dengan skor 2-0, sedangkan tim putra kalah tipis dari timnas putra Malayasia 3-4.

Bahkan dalam waktu dekat, Timnas Malaysia ingin menggelar revans terhadap Jabar, di wilayah Jawa Barat. "KONI Jabar pasti akan selalu dukung untuk progres kemampuan atlet. Termasuk program uji coba seperti ini. Kita bisa mengambil pelajaran dari timnas Malaysia itu untuk persiapan PON," jelasnya.

Ahmad menjelaskan, peningkatan kemampuan atlet ini tidak terlepas dari peran pemdamping yang selalu memberikan laporan dilapangan saat para atlet Jabar menggeber skill mereka dengan latihan. Bahkan tak jarang jajaran pimpinan KONI Jabar terjun langsung menengok semangat juang atlet berlatih.

Kedaan ini ditambah dengan keinginan kuat atlet, pelatih dan unsur pengurus cabor yang ingin memberikan prestasi nyata untuk Jawa Barat. Seperti yang dialami cabor hokey, semangat mereka berlipat setelah absen di PON XVIII Riau 2012 lalu.

"Seperti ketika saya berkunjung ke dayung. Kita melihat, memperhatikan, berdiskusi dan mencari solusi agar fix peform mereka terjaga untuk PON,"ujarnya.

Termasuk dari sisi intensitas latihan para atlet. Ahmad enggan, semangat atlet dalam berlatih itu, berlebihan sehingga bisa mengganggu peforma mereka di PON XIX mendatang.

"Latihan semangat boleh, tapi jangan berlebihan. Apalagi sekarang sedang tinggi tinggi intensitas latihan. Kita tidak mau mereka disiapkan untuk PON, tapi gara-gara latihan cedera atau sakit," katanya menambahkan.


: Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026