"Kebutuhan sangat mendesak dan tanggap kemanusiaan terbaik ialah pengeboman berhenti," kata Kepala Bantuan PBB Stephen O'Brien, ketika ditanya apakah Rusia seyogyanya menghentikan operasi-operasi udaranya di Aleppo.
"Semua pengeboman seyogyanya dihentikan," kata dia.
Perlintasan tapal batas utama di sebelah utara yakni Aleppo, kota kedua Suriah masih ditutup Selasa, memaksa ribuan orang termasuk kaum wanita dan anak-anak tidur di teneda-tenda atau ruang terbuka.
"Tak ada lagi tempat-tempat cukup bagi para keluarga untuk tidur," kata Ahmad al-Mohammad, seorang pekerja lapangan dari kelompok bantuan "Doctors Without Borders (MSF)".
"Sebagian besar keluarga hanya berpakaian seadanya," kata dia.
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa ratusan ribu warga sipil akan terputus dari pasokan pangan jika pasukan pemerintah Suriah mengepung bagian-bagian Aleppe yang dikuasai pemberontak, kata PBB, memperingatkan eksodus baru pengungsi yang menyelamatkan diri dari serangan dukungan Rusia.
Tentara bertujuan mengamankan perbatasan dengan Turki dan menguasai kembali kendali Aleeppo, kata seorang penasehat Presiden Suriah Bashar al-Assad kepada Reuters, menambahkan bahwa dia mengira diplomasi tak akan berhasil sementara negara-negara asing tetap mendukung para pemeberontak.
Pasukan pemerintah Suriah, yang didukung serangan-serangan udara Rusia dan petempur Hizbullah Libanon dan Iran, telah melancarkan ofensi besar di desa-desa sekitar Aleppo, yang telah dibagi antara kawasan di bawah kendali pemerintah dan pem,eberontak selama bertahun-tahun.
Hal itu menandai salah satu perubahan penting dalam perang lima tahun yang telah merenggut 250.000 jiwa dan sudah membuat 11 juta warganya meninggalkan rumah-rumah mereka.
: Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.