"Kami sependapat dengan tuntutan mereka, tapi tolonglah jangan sampai mengganggu program persiapan PON XIX/2016," kata Ketua Umum Pengda Wushu Indonesia Jabar Edwin Senjaya yang didampingi insan pelatih dan atlet PON XIX/2016 Jabar di Bandung, Jumat.
Pada kesempatan itu, sejumlah pelatih, pembina dan atlet hadir untuk menyampaikan harapan mereka agar persiapan mereka tidak direcoki hal-hal yang bisa menghambat pencapaian Jabar Juara Umum PON XIX/2016.
Hadir pada kesemaptan itu antara lain tokoh olahraga Jabar Gumbira Suganda dan perwakilan sejumlah cabang olahraga.
"Bila ada hal yang perlu diperbaiki, maka duduklah satu meja silakan perbaiki bersama. Dengan kondisi ini jelas konsentrasi atlet Jabar terganggu," kata Edwin.
Pernyataan dari para pelatih dan atlet Jabar itu menyusul adanya aksi demonstrasi dari sejumlah elemen masyarakat dalam beberapa hari terakhir ini dengan tuntutan yang menurut Edwin sebenarnya bisa diselesaikan secara musyawarah.
Bahkan pada Kamis (5/11) sejumlah pengunjuk rasa melakukan aksi menyegel pintu gerbang KONI Jabar.
"Kalo mau bangun olahraga kami senang, ini saatnya warga Jabar berjuang di bidang olahraga menjelang PON XIX/2016," kata Edwin.
Hal senada juga diungkapkan oleh tokoh olahraga yang juga tokoh pencak silat di Jawa Barat Gumbira Suganda yang mengharapkan warga Jabar ikut berpartisipasi dan mensukseskan perjuangan atlet Jabar pada PON XIX/2016.
Sama halnya dengan Edwin, ia juga meminta agar semua elemen masyarakat khususnya olahraga Jabar satu tujuan ikut mendukung perjuangan Jabar untuk pada PON XIX/2016 mendatang.
"Kami berharap masyarakat bersatu, silakan memberikan masukan-masukan positif dan koreksi. Saya berharap kita sama-sama mencurahkan perhatian untuk target Jabar sebagai tuan rumah PON," katanya.
Seusai menyampaikan aspirasinya di Gedung KONI Jabar, para pembina, pelatih dan atlet Pelatda PON XIX/2016 Jabar menggelar poster bertuliskan "Jangan Ganggu Kami Gapai Jabar Kahiji" di depan Sekretariat KONI Jabar Jalan Pajajaran Kota Bandung.
Aksi unjuk rasa ke KONI Jabar berawal dari tertangkapnya salah seorang pengurus KONI Jabar oleh BNN karena diduga terlibat kasus narkoba. Namun tuntutan pengunjuk rasa berkembang tidak hanya bersihkan KONI Jabar dari narkoba juga berimbas menuntut pengunduran diri Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin.
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.