"Semuanya atlet dalam kondisi siap, hari ini pelatih mempersiapkan strategi untuk esok hari," kata Manajer Tim Atletik Indonesia Paulus Lay di Singapura, Senin.
Ia menyebutkan emas pertama dari nomor jalan cepat 20 kilometer yang diraih pada hari pertama oleh Hendro menjadi motivasi dalam perburuan emas pada beberapa hari ke depan.
Sedangkan laga atletik besok, Indonesia akan turun pada nomor 100 meter putri, decathlon serta nomor jarak 5000 meter putra dan putri.
Pada nomor 500 meter putri, Triyaningsih yang merupakan pemegang medali emas SEA Games 2013 Myanmar kali ini mengemban misi untuk mempertahankan medali yang diraihnya dua hari lalu.
Selain pemegang emas, Triyaningsih juga pemegang rekor SEA Games dengan 15 menit 54,32 detik. Pada nomor itu ia akan berjuang dengan rekannya Rini Budiarti.
Pelari Indonesia itu akan bertanding dengan delapan atlet lainnya yakni Thi Tuyn Truong (Vietnam), Nelia Martins (Timor Leste), Pa Pa Malaysia, Thi Hue Pham (Vietnam), Bi Qi Qua dan Phyu War Thet (Myanmar).
Selain itu pada bagian putra, Agus Prayogo yang juga pemegang emas SEA Games 2011 di Palembang juga cukup diunggulkan bersaing dengan atlet dari delapan negara yang turun di nomor itu antara lain Jeevanees Soundarajah (Singapura), San Naing (Myanmar), Quoc Luat Do (Vietnam, Natawutt Innum (Thailand).
Pada nomor 100 meter, Indonesia akan menurunkan Suwandi dan Utami Tri. Sementara itu Zakaria Malik akan turun pada nomor decathlon. Sementara itu untuk nomor lontar martil putra dan putri, Indonesia tidak menurunkan atletnya.
"Kekuatan memang telah terpetakan dari beberapa ajang kejuaraan sebelumnya, dan kami berharap tidak ada kendala bagi atlet," kata Paulus Lay.
Hingga Minggu (7/6) kemarin, telah empat nomor yang dipertandingkan yakni marathon putra dan putri serta jalan cepat 20 kilometer putra dan putri.
Vietnam sementara berada di peringkat teratas dengan satu emas satu perak dan tiga perunggu, Thailand satu emas dan satu perak dan Indonesia satu emas yang diraih Hendro pada nomor jalan cepat 20 kilometer putra.***4***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.