"Masyarakat Indonesia mayoritas belum bisa menerima wisatawan secara profesional, mereka harus bisa menempatkan sebagai masyarakat pariwisata," kata Ageng Sutrisno.
Menurut dia kelompok penggerak pariwisata harus lebih banyak dibentuk dan dibina secara intensif. Sehingga bisa menjadi kekuatan untuk bisa meningkatkan potensi dan mendukung iklim pariwisata di daerah masing-masing.
"Contoh kota pariwisata yang menarik adalah Bali, karena masyarakatnya sadar akan potensi pariwisata," katanya.
Menurut dia, mereka sudah bisa membuat kerajinan dengan terpusat dan ketika wisatawan membutuhkan pemandu mereka sudah siap.
Menurut Ageng, peluang pariwisata di Indonesia merupakan salah satu poin yang tidak akan terkena pengaruh krisis global.
"Indonesia memiliki banyak sektor pariwisata menarik yang dapat dikembangkan," katanya.
Sektor-sektor pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sumber devisa terbaik dari luar negeri. Sebagai duta pariwisata nasional, berharap masyarakat Indonesia bisa lebih sadar akan potensi budaya sebagai faktor meningkatnya pariwisata Indonesia.***1***
Huseiny
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.