Antarajawabarat.com, 7/4 - Ratusan nelayan di Pantai selatan Cianjur, Jabar, berharap pada pemerintah pusat untuk memberikan kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Hari Nelayan.

Pasalnya sejak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu, musim melaut yang kembali dijalani ratusan nelayan, kembali terhambat karena sulitnya mendapatkan jatah BBM untuk bahan bakar perahu.

Seorang nelayan Hadi saat dihubungi, Senin, mengatakan, nelayan yang hendak melaut terpaksa menghutang untuk membeli BBM. Untuk sekali melaut, ungkap dia, rata-rata satu perahu membutuhkan 30 sampai 50 liter BBM jenis premium dengan jarak tempuh tidak sampai ke tengah.

"Musim paceklik sudah lewat dan cuaca sudah mulai bersahabat, namun nelayan di pantai ini, kembali mendapat kendala karena cukup kesulitan mendapatkan BBM karena SPBU terdekat di Sindangbarang, tidak melayani pembelian dengan jerigen," katanya.

Dia dan ratusan nelayan di pantai tersebut, berharap bantuan pemerintah untuk mendirikan koperasi khusus nelayan agar dapat meringankan beban mereka ketika musim paceklik dan cuaca ekstrem termasuk ke sulitan mendapatkan BBM untuk perahu.

Selama ini, tutur dia, pihaknya telah mengusulkan hal tersebut ke dinas terkait di Pemkab Cianjur, namun belum mendapat jawaban. Harapan mereka Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Fuji Astuti, dapat mengujungi pantai selatan Cianjur, untuk mendengarkan langsung keluhan nelayan.

"Jangan hanya menindak nelayan asing yang masuk ke perairan Indonesia, atau memberikan bantuan perahu yang hanya dirasakan perorangan. Kami hanya meminta dibentuknya koperasi khusus nelayan di sepanjang pantai di Indonesia, khususnya di Cianjur selatan," katanya.

Sementara Rahmat (45) nelayan lainnya, mengungkapkan, sejak dinaikan kembali harga BBM, nelayan di pantai tersebut, semakin terpuruk setelah tidak melaut selama beberapa bulan akibat musim paceklik dan cuaca ekstrem.

Namun ungkap dia, hal tersebut tidak terlalu dipermasalahkan nelayan, selama pasokan BBM mudah didapat."Sudah biasa kalau harga naik dan BBM mahal karena dipesisir selata ini, hartga BBM sebelum dinaikan pun sudah mahal, harapan kami dapat subsidi dari pemerintah khusus nelayan," katanya.

fikri


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026