"Beras dari operasi pasar harus dikonsumsi, tidak boleh dijual. Kami akan memantaunya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Elly Siti Wasliah di Bandung, Sabtu.
Menurut Elly, dalam operasi pasar itu pihaknya bekerjasama dengan Bulog menyalurkan beras medium seharga Rp 7.400 per kilogram. Saat ini harga beras level medium yang dijual pedagang di pasaran mengalami kenaikan mencapai Rp11.000 per kilogram.
"Pembelian beras saat operasi pasar ini dibatasi. Per keluarga 15 kilogram. Respon masyarakat sangat tinggi, dan mudah-mudahan upaya Pemkot dan Bulog ini bermanfaat," kata Elly.
Ia menyebutkan, pendistribusian beras bersubsidi itu dilakukan di sejumlah titik di Kota Bandung secara bergilir, dan hanya diperoleh oleh penduduk Kota Bandung yang memiliki KTP kota itu.
Sementara itu Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kota Bandung melakukan pemantauan kualitas beras yang beredar di pasaran. Sejauh ini BKP tidak menemukan adanya beras yang dicampur zat kimia pemutih ataupun pewangi beras.
"Hingga saat ini kami tidak menemukan adanya beras yang dicampur zat kimia seperti pemutih ataupun pewangi dalam beras di Bandung, kami terus melakukan pemantauan ," kata Manager Administrasi dan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) BKP Kota Bandung, Benny Benbella.
Benny menjelaskan beras yang dicampur pemutih itu digunakan untuk mengelabui pandangan konsumen agar mengira beras yang dibeli berkualitas tinggi.
"Beras yang diberi pemutih itu cirinya ketika digenggam licin dan mudah jatuh. Ketika dicuci, air cucian berasnya langsung memutih meskipun belum diaduk," kata Benny menambahkan.***3***
seyla
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.