Hadir pada acara bersejarah itu Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua Umum KONI Pusat Tono Surahman, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ridwan Hisyam, Ketua PB PON Remaja I/2014 Saifullah Yusuf, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Eko Wiratmoko, Ketua PSSI Djohar Arifin Husein, dan juga perwakilan dari gubernur dan wakil gubernur 34 provinsi yang ada di Indonesia.
Imam Nahrawi mengajak seluruh kontingen untuk memegang teguh semangat sportivitas. Pasalnya, kata Imam, kemenangan itu tidak ada arti jika terdaat atlet yang menggunakan dopping, pemalsuan usia, sampai dengan transfer atlet dari provinsi lain.
Ia menegaskan, di PON Remaja yang pertama kalinya digelar di Indonesia ini, patut mempercayakan atlet daerah masing-masing.
Meski terbilang sederhana, namun opening ceremony PON Remaja ini berlangsung meriah. Acara dimulai pukul 19.30 WIB dengan suguhan tari selamat datang khas Jatim dan pengisi acara lainnya seperti Raisya dan Ahmad Dani dengan bandnya TRIAD.
Menpora Imam Nahrawi menuturkan, pemilihan Surabaya sebagai tuan rumah PON Remaja ini seiring dengan semangat Bung Tomo. Sehingga diharapkan semangat menggelora seluruh kontingen bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi yang nantinya bias mengharumkan Merah Putih dikancah internasional.
"Kemenangan bukan segala-galanyanya, para atlet berjuang sekuat tenaga untuk mencapai hasil terbaik tetapi harus bersikap sportif." katanya.
Semnagat olimpiade bermuara pada spoitifitas. Pretsasi akan lahir, mari berlaku adil berilah keputusan benar,”tegasnya.
Menurutnya, PON Remaja pertama di Surabaya itu tercatat dalam sejarah olahraga Indonesia. Dan PON kedua nanti, kata Imam, akan berjalan lebih semarak.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman mengaku, selama ini pihaknya masih belum memiliki pembinaan atlet usia dini yang di persiapkan untuk ajang yang lebih besar.
Untuk itu, dengan diselenggarakan PON Remaja ini, para atlet yang berpestasi akan menjadi ujung tombak di beberapa ajang Internasional seperti Asian Youth Games dan Olimpic Youth Games.
Event yang kali pertama digelar itu diikuti 1.686 atlet yang terdiri dari 976 atlet putra, 710 putri dan 882 orang official. Mempertandingkan 15 cabang olahraga serta memperebutkan 133 medali emas, 133 medali perak dan 160 perunggu.
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.