Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi, di Cianjur, Jumat, menjelaskan, pihaknya akan segera memanggil Bulog Cianjur, terkait hal tersebut karena menyangkut orang banyak terutama penerima manfaat yang jelas-jelas tidak mampu membeli beras mahal.
Pihaknya menilai kurangnya pengawasan yang dilakukan Bulog sebagai penyalur raskin ke masing-masing wilayah penerima di Cianjur, menyebabkan buruknya kualitas raskin yang tetap disalurkan sehingga warga menolak menerima raskin yang tidak layak konsumsi itu.
"Harapan kami bulog dapat melakukan pengawasan dan kualiti kontrol sebelum menyalurkan raskin ke masing-masing wilayah. Kalau memang tiddak layak, bulog harus menarik dan menganti," katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bulog Sub Divre Cianjur, Titop Agus , mengatakan, pihaknya selalu menarik raskin yang tidak layak konsumsi tersebut dan segera mengirimkan raskin penganti. Selama ini pihaknya selalu melakukan pengawasan dan mencroscek kualitas raskin yang diterima sebelum disalurkan.
Namun pihaknya mengakui banyak kesalahan yang terjadi dilapangan dilakukan petugas seperti di gudang penyimpanan, dimana kelayakan palet kayu tempat tumpukan beras kurang diperhatikan, sehingga banyak raskin dibagian bawah yang bersentuhan langsung dengan lantai, sehingga mengurangi kualitasnya.
"Mungkin itu tumpukan paling bawah yang bersentuhan langsung dengan lantai karena palet kayunya rusak. Namun kami akan segera melakukan kordinasi agar hal tersebut tidak kembali terulang. Selama ini, setiap raskin yang kualitasnya buruk, selalu kami ganti secepatnya," kata dia.
Sementara itu, ratusan kepala keluarga di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, menolak menerima raskin yang kualitasnya buruk, bau dan hancur, sehingga tidak layak konsumsi.
"Hampir semua jatah rakin yang kami terima sebanyak 17 ton, kualitasnya buruk dan tidak layak konsumsi. Sudah kami kembalikan ke bulog, meskipun ada beberapa karung yang dipaksakan warga untuk dikonsumsi karena kebutuhan," kata Kepala Desa Sindangjaya Deni Rosdaya.***3***
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.