Antarajawabarat.com,9/9 - PT Dirgantara Indonesia mulai melakukan proses pemotongan pertama 'detail part manufacturing' atau dimulainya pembuatan komponen 'airframe' N219 yang merupakan pesawat baru buatan Indonesia dengan berpenumpang 19 orang.

"Proses ini merupakan satu tahapan penting dalam pembuatan pesawat," kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso usai penandatangan kesepahaman kerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Hanggar Produksi PT DI, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Lapan melalui Pusat Teknologi Penerbangan telah mengalokasikan anggaran dan melibatkan 'engineer' di bidang aerodinamika, struktur, propulsi, navigasi, dan avionik pesawat.

Program pembuatan pesawat N219 itu telah dimulai sejak 2006 dengan melakukan kajian pasar dan kelayakannya. Kemudian 2008 hingga 2012 dilakukan uji konsep dan melakukan uji terowongan angin.

PT DI menargetkan pesawat tersebut selesai pembuatannya atau dapat ditunjukkan kepada publik Agustus 2015 dan akan dilakukan uji terbang pertama kali Desember 2015.

"Agustus tahun depan sudah bisa dilihat pesawat yang lengkap, kemudian kita verifikasi lagi, tahun depannya 2016 sudah memasuki proses sertifikasi," kata Budi.

Ia mengatakan, selain membangkitkan industri penerbangan nasional, pembuatan pesawat tersebut sebagai pengembangan pesawat perintis di Indonesia timur atau pulau-pulau kecil.

"Kita inginkan pesawat ini contoh pengembangan pesawat perintis di Idonesia," katanya.

Kepala Lapan Thomas Djamaludin mengatakan pembuatan pesawat N219 merupakan sejarah baru Indonesia dan visi Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur.

Menurut dia, Indonesia sudah siap membangkitkan kembali industri penerbangan nasional.

"Kita mendapatkan pesawat yang bisa mempunyai sertifikasi kelayakan terbang," katanya. ***2***

Feri P


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026