"Ada tujuh atlet panahan yang saat ini berlatih di Korea, juga dari atletik juga di sana. Mereka dipastikan berlebaran di Korea," kata pelatih Panahan Jabar Asep Rahmat di Bandung, Rabu.
Atlet atletik dan panahan, merupakan atlet Jabar gelombang pertama yang berangkat berlatih ke Korea Selatan. Mereka akan berada di Negeri Gingseng itu selama dua bulan.
"Ini bukan kali pertama atlet Jabar menjalani latihan di Korea saat Bulan Ramadhan, namun bedanya kali ini atletik dan pahanan berlebaran di sana, sedangkan dulu pulang sebelum Lebaran, bahkan bertepatan hari lebaran," kata Asep.
Ia menyebutkan, terbantu dengan adanya program kerjasama khusus dengan negara Korea Selatan. Karena saat ini cabor panahan termasuk kedalam tim sentralisasi bersama sembilan cabor lainnya.
"Panahan merupakan salah satu cabang yang masuk program pelatihan dengan Korea, setelah Lebaran kami akan mengirim enam atlet lagi," katanya.
Sebelumnya, panahan telah mengirimkan atletnya sebanyak tujuh orang. Sedangkan pada bulan September nanti, menurut rencana akan kembali mengirimkan atletnya sebanyak enam orang.
"Jadi nanti setelah lebaran kita akan memberangkatkan lagi enam orang. Jadi totalnya ada 13 orang atlet yang berlatih di Korea belum termasuk atlet pahanan ," ujar Asep.
Terkait latihan selama Bulan Ramadhan, menurut Asep terus dilakukan seperti biasanya, namun porsi latihan dan jadwal latihannya dirubah.
"Untuk jadwal latihan, hanya dirubah waktunya saja yang lebih siang. Untuk porsi tetap dari Senin sampai Jumat", katanya.
Sedangkan para atlet yang berada di Bandung, akan tetap dipantau perkembangan kemampuannya melalui berbagai kejuaraan lokal atau nasional seperti Kejuaraan Piala Gubernur dan Porda Bekasi 2014.
"Sejauh ini tidak ada kendala, hanya perbedaan domsili dari para atlet sedikit mengurangi efektivitas dari pelatda ini," katanya menambahkan.***3***
Irman
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.