Antarajawabarat.com, 6/2 - Anggota Komisi A DPRD Jawa Barat Deden Darmansyah menuturkan DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyepakati alokasi dana sebesar Rp15 miliar untuk pengamanan dan sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

"Alokasi anggaran tersebut, salah satunya digunakan untuk pembagian ratusan unit kendaraan untuk kepolisian dan TNI," kata Deden Darmansyah di Bandung, Kamis.

Ia mengatakan, dengan adanya alokasi anggaran tersebut maka diharapkan aparat keamanan bisa lebih optimal dalam mengamankan pelaksanaan Pemilu 2014.

"Selain itu, anggaran tersebut digunakan untuk sosialisasi pemilu kepada masyarakat dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya demokrasi dan menjaga keamanan selama proses tersebut berlangsung," kata dia.

Sehingga, lanjut Deden, ke depannya diharapkan tidak ada lagi warga yang fanatismenya tinggi lalu tidak terima dengan hasil pemilu.

"Kami di dewan, ingin tindakan preventif, bukan represif," katanya.

Pihaknya juga berharap pihak intelijen bisa lebih meningkatkan kinerjanya jelang pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif 2014 yang akan diadakan pada 9 April mendatang.

"Peran intelijen sangat penting dalam menjaga kondusifitas keamanan, khususnya terkait pencegahan," kata dia.

Dikatakan dia, berbagai potensi gangguan keamanan dan kecurangan pemilu bisa dicegah jika fungsi intelijen berjalan dengan baik.

"Termasuk di Jabar ini, kami meyakini intelijen sudah mempersiapkan diri," kata Deden.

Menurut dia, terdapat berbagai penyebab konflik keamanan yang harus menjadi perhatian khusus pihak terkait, seperti faktor kecurangan pemilu.

Ia menuturkan, dugaan kecurangan pemilu selalu menjadi alasan ketidakpuasan pihak terkait yang tidak jarang berujung kerusuhan.

"Maka dari itu kami berharap kepada pihak terkait agar mampu mencegah terjadinya kecurangan," ujar politisi dari Fraksi PDIP DPRD Jabar ini.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026