Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange tergelincir 10,10 dolar AS atau 0,51 persen menjadi ditutup pada 1.959,90 dolar AS per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di 1.972,80 dolar AS dan terendah sesi di 1.956,50 dolar AS.
Emas berjangka merosot 6,10 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.970,00 dolar AS pada Senin (7/8), setelah naik 7,30 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.976,10 dolar AS pada Jumat (4/8), dan jatuh 6,20 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.968,80 dolar AS pada Kamis (3/8).
Peringatan peringkat kredit untuk bank-bank AS dan beberapa pendapatan perusahaan yang lemah memicu pelarian modal ke dolar AS dan obligasi pemerintah.
Selera risiko berkurang pada Selasa (8/8), menyusul berita bahwa ekspor dan impor China berkontraksi lebih dari yang diharapkan pada Juli, data pemerintah menunjukkan. Ekspor negara itu anjlok 14,5 persen untuk tahun ini hingga Juli, penurunan terbesar sejak merebaknya pandemi COVID-19 pada Februari 2020, sementara impor turun 12,4 persen, lebih buruk dari perkiraan.
Sementara itu, keputusan Moody's untuk meninjau beberapa bank besar AS untuk kemungkinan penurunan peringkat dan peringkat utang yang lebih rendah pada beberapa bank kecil dan menengah, juga menambah sentimen penghindaran risiko (risk-off).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas kembali jatuh karena dolar AS menguat, imbal hasil obligasi naik
Pewarta: Apep SuhendarEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.