"Inflasi pada Agustus 2013 dipicu oleh naiknya harga barang atau jasa yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran, inflasi bulan ini 1,28 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jawa Barat, Dody Gunawan Yusuf di Kantor BPS Jabar di Jalan PHH Mustopa Kota Bandung, Senin.
Dody menyebutkan kenaikan IHK dari 143,21 pada Juli 2013 menjadi 145,04 pada Agustus 2013. Dengan demikian laju inflasi Januari-Agustus 2013 sebesar 9,67 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 10,02 persen.
Ia menyebutkan inflasi kelompok pengeluaran bahan makanan 1,31 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,91 persen, kelompok sandang 1,17 persen, kelompok kesehatan 0,95 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 3,90 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,97 persen.
Selama dua belas bulan terakhir kelompok pengeluaran tertinggi adalah kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 17,92 persen, kelompok bahan makanan 16,98 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 5,59 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 5,24 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 4,91 persen, kelompok kesehatan 3,31 persen, kelompok sandang 0,53 persen.
Komoditi yang memberikan andil inflasi yaitu angkutan antarkota 0,14 persen, tarif listrik listrik dan air bersih 0,11 persen, rekreasi 0,08 persen, tukang bukan mandor 0,06 persen, kentang, beras, dan tarif sekolah SMA masing-masing 0,05 persen.
Komoditi yang memberikan andil deflasi yaitu daging ayam ras 0,05 persen, telur ayam ras 0,04 persen, bawang merah dan bawang putih masing-masing 0,03 persen, wortel 0,02 persen, cabe rawit 0.01 persen.
Dari tujuh kota pantauan IHK Jabar Agustus 2013 inflasi tertinggi terjadi di Kota Bekasi sebesar 1,73 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bogor sebesar 0,91 persen.***3***
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.