Antarajawabarat.com, 10/8 - Kepolisian Resor Garut memberlakukan jalur alternatif Cijapati penghubung Kadungora, Kabupaten Garut-Bandung, Jawa Barat, khusus kendaraan kecil dengan kondisi prima untuk mengurai antrean kendaraan arus balik menuju Bandung, Sabtu.

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Umar Surya Fana mengatakan, jalur alternatif Cijapati terdapat tanjakan yang cukup terjal yang diperkirakan hanya mampu dilewati oleh kendaraan roda empat dan sepeda motor.

Sementara kendaraan angkutan umum jenis mini bus atau bus serta truk, menurut Umar cukup berbahaya melewati Jalur Alternatif Cijapati sehingga disarankan tetap menggunakan jalur utama menuju Nagreg.

"Jalur alternatif Cijapati itu turun naik rawan kecelakaan, jadi kita berlakukan yang boleh lewat Cijapati hanya mobil kecil dan sepeda motor saja," katanya.

Sementara itu Polres Garut memberlakukan jalur Cijapati, Kecamatan Kadungora itu sampai pukul 16.00 WIB.

Lewat batas waktu yang ditetapkan, kendaraan dari arah Garut dilarang dan disarankan tetap menggunakan jalur utama menuju Nagreg.

"Pukul 16.00 WIB kita tutup jalur Cijapati karena pada malam hari berbahaya tidak ada penerangan jalan umum sehingga rawan kecelakaan," kata Umar.

Sementara itu arus lalu lintas Garut-Bandung di jalan raya Leles-Kadungora dari dua arah padat.

Bahkan arus kendaraan sempat tersendat di beberapa titik rawan kemacetan di Tutugan Leles, Alun-alun Leles dan Pertigaan Kadungora.

Arus balik Lebaran di jalan Garut tersebut sudah mulai terjadi sejak Jumat (9/8) dan diprediksi puncak arus balik, Minggu (11/8).


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026