"Sekarang terpantau jumlah kendaraan menurun tidak terjadi kepadatan dibandingkan hari kemarin," kata Kepala Pos Jembatan Timbang Gentong, Dinas Perhubungan, Jabar, Asep Mustofa di Tasikmalaya, Senin.
Jumlah berbagai jenis kendaraan yang tercatat di Pos Jembatan Timbang Gentong tersebut, mulai Sabtu pukul 08.00 WIB sampai Minggu pukul 08.00 WIB sebanyak 72 ribu kendaraan.
Kemudian jumlah tersebut menurun dalam waktu yang sama hingga Senin pukul 08.00 WIB sebanyak 58 ribuan kendaraan roda dua dan empat dari arah Bandung menuju Tasikmalaya.
"Jadi sekarang ada penurunan, kalau kemarin jam 5 pagi (Minggu) kendaraan masih padat, masih ramai, sedangkan tadi pagi (Senin) arus lancar," katanya.
Menurut dia, berdasarkan jumlah kendaraan yang tercatat dan mengalami penurunan, maka puncak arus mudik Lebaran di jalur Gentong terjadi Sabtu dan Minggu.
"Diperkirakan puncak arus mudik telah terjadi Sabtu," katanya.
Sementara itu, jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten merupakan penghubung jalan Kabupaten Bandung-Garut kemudian Ciamis, Kota Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran hingga perbatasan Provinsi, Cilacap, Jawa Tengah.
Selama arus mudik Lebaran sejumlah anggota polisi diterjunkan disetiap rawan kemacetan dan kecelakaan serta tikungan dan pertigaan jalan sepanjang jalur Gentong tersebut.
Antisipasi kemacetan di jalur Gentong pada arus balik, pemerintah telah membuka jalur alternatif Lingkar Gentong yang dapat digunakan satu arah dari Tasikmalaya menuju Bandung.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.