"Kebakaran terjadi di Prodi TI lantai dua sekitar jam 11, Kebakaran ini diduga dari koneksi aliran listrik. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 10 ruangan dosen atau sekitar 300 meter persegi," kata Rektor ITB Prof Dr Akhmaloka.
Akhmaloka mengatakan bahwa kebakaran ini pertama kali diketahui oleh mahasiswa.
"Pertama kali yang melaporkan itu mahasiswa, ketika hendak ke kamar mandi ia melihat ada asap, dan melapor ke pengamanan dalam kampus," katanya.
Rektor ITB itu khawatir banyaknya data penelitian yang lenyap akibat kebakaran tersebut.
"Kalau dari fisik tidak terlalu besar, tapi karena kebakaran ini terjadi di ruang dosen, dikhawatirkan banyak data-data penelitian yang terbakar, baik penelitian mahasiswa ataupun penelitian dari docen," katanya.
Menurut Akhmaloka, tidak ada kesengajaan dalam kebakaran tersebut, karena kebakaran terjadi di dalam ruangan tertutup dan terkunci.
"Petugas pemadam kebakaran pun harus memecahkan kaca untuk memadamkan api," katanya.
Akhmaloka mengatakan kebakaran tersebut tidak membuat kegiatan di kampus ITB menjadi terhambat.
"Kegiatan di ITB tidak terganggu, kecuali untuk dosen yang ruangannya terbakar,” katanya.
Saat kejadian Ahmaloka mengaku dari Jakarta langsung ke Bandung jam dua malam. Saat itu api sudah berhasil dipadamkan, walaupun petugas kebakaran masih ada, tapi sudah tertangani, kata Akhmaloka menambahkan.
Nurul Ulfa
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.