Terlebih ditutupnya jalur dari Cianjur dan Bogor, selama dua hari, membuat pendapatan sejumlah pengusaha, seperti pengelola hotel dan restoran, supir angkutan, petani dan pedagang kecil tidak dapat menjual dagangannya.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, Satyawan Hambari, Jumat, mengatakan, dampak akibat ditutupnya jalur Cianjur-Bogor, akibat longsor sangat dirasakan pengusaha, khusunya hotel dan restoran.
Dia menuturkan, kerugian materil masing-masing pengusaha, tidak terhitung jumlahnya dari sektor bisnis dan pariwisata karena selain pemilik hotel dan restoran yang merasakan dampaknya, petani sayuran yang biasa menjual hasil panennya ke Jabodetabek.
"Petani tidak bisa menjual hasil ladang mereka karena ditutupnya jalur Puncak dari kedua arah. Tidak hanya kami pegusaha yang merugi, akibat longsor di KM 88 itu," katanya.
Dia menambahkan, terputusnya jalur tersebut, membuat sebagian besar hotel sepi pengujung. Sekalipun ada, tamu memilih untuk pulang karena takut penutupan berlangsung lama.
Namun, pihaknya melihat kejadian bencana longsor, dari sisi positif, dimana pemerintah daerah harus mulai memperhatikan kondisi infrastruktur jalan di kawasan Cipanas, maupun Puncak yang merupakan daerah wisata.
"Kita ambil hikmahnya di balik peristiwa ini. Masalah infrastruktur jalan merupakan permasalahan hampir di setiap wilayah di Indonesia. Tentunya peristiwa ini, harus dijadikan sebuah pembelajaran bagi pemerintah untuk lebih konsen memperhatikan kondisi jalan," tandasnya.
Sementara itu, Eksekutif Asisten Manager Hotel Cianjur, Danial Boy Darmawan, mengaku, ditutupnya jalur Cianjur-Bogor, akibat longsor, membuat pihaknya mengalami penurunan pendapatan, meskipun, kerugian tersebut tidak terlalu signifikan.
"Kalau kerugian jelas, ada, tapi tidak signifikan karena bokingan tidak terlalu banyak dan tidak sedikit calon tamu yang membatalkan untuk menginap, karena khawatir longsor," tuturnya.
Sementara itu, sejumlah supir angkutan umum jurusan Cianjur-Bogor, mengaku, tidak mengalami kendala dengan adanya longsor di Puncak, meskipun jalur ditutup.
"Tidak ada kerugian apapun, kami tetap jalan, meskipun jalur dialihkan ke wilayah jonggol. Karena itu kan bencana, bukan di buat-buat, jadi kami harus bisa terima, " kata Amir, Ketua Persatuan Pengemudi Cianjur Bogor (PPCB).
Selain itu, kata dia, jalur dialihkan memlalui jonggol, pengemudi angkutan umum yang akan ke Bogor, tetap membawa penumpang dari Cianjur, melalui jalur Puncak. Namun, tepat dilokasi, angkot tersebut berhenti dan mengalihkan penumpang ke angkutan lain.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.