Antarajawabarat.com, 11/1- PT Pos Indonesia (Persero) menargetkan pengoperasian Bank Pos hasil kerja sama dengan pihak lain beroperasi pada semester pertama 2013.

"Proses perizinan dan persiapannya sudah dimatangkan, ditargetkan Bank Pos mulai beroperasi pada Semester I 2013," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana di sela-sela penandatanganan kerja sama dengan PT Taspen (Persero) di Bandung, Jumat.

Mardjana menyebutkan, pembentukan Bank Pos itu dilakukan melalui kerja sama dengan mitra, yakni dari kalangan BUMN perbankan di Indonesia.

"Berdasarkan aturan Pos Indonesia tidak bisa mendirikan bank, untuk itu kami menggandeng mitra untuk merealisasikan Bank Pos," katanya.

Namun demikian, ia belum menyebutkan mitra kerja sama dari pengoperasian Bank Pos itu, namun indikasinya menggandeng salah pebankan di lingkungan BUMN.

Bank Pos akan beroperadi di seluruh Kantor Pos di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 3.000 unit.

Konsekwensinya, kata Marjana Pos Indonesia siap melakukan investasi yang besarannya kemungkinan besar sekitar 30 persen dari total investasi pembentukan dan pengoperasian Bank Pos.

"Infrastruktur yang dimiliki oleh PT Pos Indonesia saat ini sudah memadai dan bisa tersambung dalam koneksi secara online di jaringan operasional Kantor Pos," kata Mardjana.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Pos Indonesia itu menyebutkan dengan memiliki bank sendiri maka kinerja bisnis jasa keuangan yang telah dirintis selama ini bisa lebih optimal dengan memanfaatkan seluruh jaringan di seluruh Indonesia.

"Bank Pos akan hadir dengan kemasan khas, sesuai dengan strategi ekspansi perseroan, sekaligus mendorong tranformasi Pos Indonesia ke arah yang lebih berdaya saing dan kompetitif," katanya.

Sementara itu, bisnis jasa keuangan Pos pada 2012 mengalami pertumbuhan 30 persen dengan pendapatan dari sektor itu senilai Rp1,2 triliun.

Pendapatan dari sektor tersebut, berkontribusi sekitar 40 persen tarhadap pendapatan PT Pos Indonesia pada 2012 yang totalnya mencapai Rp3,4 triliun.

"Pendapatan jasa keuangan tidak hanya dari sektor remitansi atau pengiriman uang luar negeri melalui kerjasama dengan Western Union, namun juga dari pembayaran tagihan bulanan dari masyarakat (post pay) seperti rekening listrik, telepon, PDAM, Pulsa dan lainnya," kata pria kelahiran Kintamani Bali itu.

Terkait kerja sama dengan PT Taspen, kata Mardjana adalah dalam penyaluran atau pengambilan uang pensiunan yang dilakukan di Kantor Pos.

"Saat ini ada sekitar 685 ribu pensiunan di Indonesia mengambil uang pensiunannya di Kantor Pos," kata Direktur PT Pos Indonesia itu menambahkan.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026