Dede Yusuf, di Bandung, Jumat, mengatakan bahwa Tri Bakti yang pertama adalah menjemput yang tertinggal, kedua adalah berdaya babarengan dan ketiga berkahnya keberagaman.
"Yang dimaksud dengan menjemput yang tertinggal adalah pemerataan pembangunan di berbagai bidang kehidupan dan lapisan masyarakat," katanya.
Menurut Dede, pembangunan di Jawa Barat saat ini belum merata, ketimpangan antarwilayah dan sektor masih jelas terlihat.
Contohnya, kata dia, pembangunan di wilayah Pantura dan pesisir Selatan yang masih jauh tertinggal di banding wilayah sabuk ibu kota dan Priangan.
Oleh karena itu, Dede Yusuf mendorong pemerataan melalui pembangunan bandara di Majalengka, pelabuhan di Karawang dan jalan raya Palabuhan Ratu-Pangandaran, termasuk pemekaran kota dan kabupaten baru di pesisir utara dan selatan.
"Jangan ada lagi ketimpangan dan kesenjangan hidup antara kelompok satu dan lainnya, antara wilayah satu dengan yang lainnya," ujar Dede.
Ia mengatakan, makna dari berdaya babarengan artinya pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kesejahteraan bersama.
Dirinya ingin pemerintah dan masyarakat tidak jalan sendiri-sendiri, melainkan beriringan satu sama lain seperti dalam hal pemberantasan korupsi, pemerintah sediakan PO BOX laporan pengaduan masyarakat.
Begitu pula dalam bidang ekonomi, di mana masyarakat harus diberdayakan melalui kucuran modal lebih banyak untuk sektor usaha mikro.
"Pemerintah dan masyarakat harus melangkah 'babarengan', pemerintah jangan merasa pintar sendiri, karena tanpa bantuan masyarakat pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan persoalan. Maka sangat perlu pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik," katanya.
Adapun berkahnya keberagamannya adalah ketentraman dan kerukunan hidup bermasyarakat.
Dikatakannya, tanpa adanya lingkungan yang nyaman maka kehidupan masyarakat tidak akan aman.
Oleh karena itu, diperlukan penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif agar pembangunan bisa berjalan.
"Ketentraman hidup hanya bisa terwujud jika pemerintahnya cepat tanggap, quick respon, tidak menunda-nunda persoalan. Maka saya akan mengajak seluruh dinas sering turun ke bawah melihat masalah langsung di lokasi. Pemerintah jangan asyik di hotel berbintang dan ruang AC menunggu terima laporan saja," ujarnya.
Ia menuturkan, ketentraman juga diwujudkan melalui silaturahmi dan komunikasi yang dilakukan secara intensif antara seluruh pihak yang terkait baik vertikal maupun horizontal.
Dijelaskannya, sering kali konflik yang ada di masyarakat akibat tersumbatnya komunikasi antar berbagai pihak.
"Kita bangsa beradab dengan budaya luhur yang sangat mulia, tidak ada masalah yang tidak bisa dibicarakan secara baik-baik. Berbagai demo anarkis itu terjadi karena mereka tidak pernah diajak bicara, ini yang harus kita buka, selesaikan semua secara musyawarah kekeluargaan," terangnya.
Calon gubernur dengan nomor urut tiga ini yakni program Tri Bakti akan jika dijalankan akan mampu membawa Jawa Barat menjadi lebih maju dibanding saat ini.
"Kami tidak mau muluk-muluk, cukup Tri Bakti ini saja sebagai solusi babarengan," ucap Dede. ***1***
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.