ANTARAJAWABARAT.com,26/12 - Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat berharap tidak ada pembatasan pengiriman sapi dari Provinsi Jawa Timur ke Jawa Barat.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Tatang Koesmayadi, di Bandung, Rabu, mengatakan salah satu cara agar pengiriman sapi dari Jatim bisa tetap dilakukan ialah dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang mengirimkan surat edaran kepada Gubernur Jawa Timur agar tidak ada pembatasan pengiriman sapi bakalan dari wilayah Jatim ke Jabar.

"Sapi yang keluar dari Jawa Timur ialah yang berbobot 400 kilogram, kalau sapi bakalan PO tidak boleh keluar. Mungkin surat itu yang akan Pak Gubernur kirimkan kepada Gubernur Jatim supaya tidak ada pembatasan pengiriman sapi," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Tatang Koesmayadi, di Bandung, Rabu.

Menurut dia, adanya surat edaran dari Gubernur Jawa Timur tentang pembatasan sapi ke luar daerahnya semakin menyulitkan Jabar dalam upaya pemenuhan kebutuhan daging sapi masyarakat.

Ia mengatakan, pasokan sapi dari luar Jabar dalam sehari mencapai 350 ekor per hari dan dari jumlah tersebut, sekitar 65 persen tergolong sapi siap potong, 20 persen sapi bakalan dan sisanya sapi bibit.

Meskipun Provinsi Jawa Barat kekurangan sapi bakal, namun pihaknya menjamin ketersediaan daging sapi menjelang tutup tahun 2012 ini karena berdasarkan data di lapangan harga daging sapi saat ini jauh lebih murah dibandingkan saat Lebaran.

"Jadi kemarin saya turun langsung ke pasar, harga daging sekarang Rp82 sampai 84.000 per kilogramnya jauh lebih murah dibandingkan saat menjelang Lebaran kemarin," katanya.

Para pedagang daging sapi, kata dia, mengakui jika saat ini konsumen pun terbilang sepi sehingga pihaknya menilai saat ini suplai daging sapi relatif normal namun permintaan kurang yang akhirnya membuat harga turun.***2***

Ajat S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026