ANTARAJAWABARAT.com,4/12 - Massa dari berbagai organisasi masyarakat berunjuk rasa di beberapa tempat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa, menuntut Bupati Aceng HM Fikri mundur dari jabatannya karena berperilaku tidak terpuji dengan menikahi seorang gadis selama empat hari.

Berbagai elemen organisasi mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, bahkan ibu-ibu yang diperkirakan mencapai seribuan orang, melakukan aksinya di pendopo kantor Bupati Garut dan kantor DPRD.

Mereka melakukan konvoi menyusuri ruas jalan Kota Garut menggunakan kendaraan sepeda motor, mobil dan kendaraan bak terbuka sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas di kota itu.

Dalam orasinya, massa kecewa terhadap Bupati Garut yang tidak mencerminkan sebagai pemimpin sebagai pengemban amanah rakyat.

Massa juga mengecam sikap dan perbuatan Bupati Garut yang dinilai tidak menghargai harkat dan martabat perempuan dengan menikahi seorang gadis, FO (18) dan menceraikannya melalui pesan singkat telepon seluler.

"Perbuatan bupati sudah melecehkan harkat dan derajat manusia," kata Yati, pimpinan kelompok dari massa organisasi Muhammadiyah, Kabupaten Garut.

Yati sebagai Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Garut melakukan aksi dengan membawa ibu-ibu untuk berunjuk rasa menuntut Bupati Garut mundur dari jabatannya.

Para ibu tersebut menyampaikan rasa malu memiliki kepala daerah berperilaku tidak menghormati dan menghargai perempuan.

"Kami ingin bupati mundur, karena kami malu punya bupati seperti itu," kata Yati.

Sementara itu, Ketua DPRD Garut Ahmad Bajuri mengatakan akan menindaklanjuti tuntutan warga dengan terlebih dahulu menggelar rapat bersama para pimpinan fraksi.

Selanjutnya DPRD Garut, kata Ahmad, akan memanggil Bupati Garut Aceng HM Fikri untuk menjelaskan masalah pernikahan sirinya dengan FO, warga Kecamatan Limbangan, Garut.

"Kita akan memanggil bupati untuk menjelaskan masalah ini," kata Ahmad di hadapan massa yang berunjuk rasa di kantor DPRD Garut.***1***

Feri P


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026